Skip to main content
Iklan

Indonesia

Biaya haji 2026 turun tipis, disepakati Rp53 juta

Meskipun biaya haji tahun 2026 turun, standar layanan bagi jemaah tetap terjaga.

Biaya haji 2026 turun tipis, disepakati Rp53 juta
Kondisi Masjidil Haram dengan kedatangan para jemaah haji ke kota suci Mekkah, Arab Saudi, 31 Mei 2025. (Foto: Reuters/Sayed Sheasha)

JAKARTA: Panitia Kerja (Panja) Haji DPR RI menyepakati penurunan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahun 1447 H/2026 M sekitar Rp2 juta dibandingkan tahun sebelumnya

Dengan keputusan tersebut, Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) yang akan dibayarkan oleh calon jemaah haji menjadi sekitar Rp53 juta.

Kesepakatan ini diambil setelah Panja Haji DPR RI menggelar rapat tertutup pada Selasa malam (28/10/2025). Ketua Komisi VIII DPR RI, Marwan Dasopang, menjelaskan bahwa hasil perhitungan terbaru memungkinkan biaya haji untuk turun tanpa mengurangi kualitas layanan.

“Kita urai satu per satu, Komisi VIII sebetulnya punya hitungan masih bisa turun Rp2 juta lagi,” kata Marwan, dikutip dari Sindonews, Rabu (29/10).

Marwan menuturkan, penurunan biaya haji dapat dilakukan dengan menyesuaikan komponen transportasi pesawat dan logistik. Namun, keputusan final terkait penetapan biaya tersebut masih menunggu hasil rapat kerja dengan pemerintah.

“Karena sudah ada kesepakatan (panja), maka kita akan raker hari ini. Kita akan sepakati dan mengumumkan keputusan Panja DPR-Pemerintah. Setelah itu pemerintah bisa segera mengumumkan kepada calon jemaah yang berangkat tahun ini,” ujarnya.

PENURUNAN BIAYA TAK KURANGI KUALITAS LAYANAN

Marwan memastikan bahwa meskipun biaya haji tahun 2026 turun, standar layanan bagi jemaah tetap terjaga. Ia menyebut Komisi VIII telah “mengunci” beberapa komponen layanan penting, seperti lokasi pemondokan dan jarak antara hotel dan area ibadah utama.

“Seperti yang saya sebutkan kemarin, kita telah mengunci dulu kualitas layanan. Misalnya jarak hotel ke Masjidil Haram atau ke titik-titik pelaksanaan ibadah haji,” kata Marwan, dikutip dari Kumparan.

Ia menambahkan, efisiensi biaya bukan berarti penurunan kualitas. Beberapa pilihan akomodasi justru disesuaikan agar lebih strategis. 

“Umpamanya, jauh dari Haram tapi dekat dengan Jamarat. Jadi ada pilihan-pilihan. Kita sudah kunci area itu dan memastikan layanannya lebih baik,” jelasnya.

Sebelumnya, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengusulkan besaran BPIH 2026 sebesar Rp88,4 juta, dengan rincian Bipih sebesar Rp54,9 juta yang dibayarkan langsung oleh jemaah dan nilai manfaat Rp33,4 juta.

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: Others/ew

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan