Skip to main content
Iklan

Indonesia

BI kembali pangkas suku bunga, langkah mengejut untuk tingkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia

BI kembali pangkas suku bunga, langkah mengejut untuk tingkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia

Logo Bank Indonesia terlihat di kantor pusat Bank Indonesia di Jakarta, Indonesia, 17 Januari 2019. (REUTERS/Willy Kurniawan/Foto Arsip)

JAKARTA: Bank Indonesia kembali memangkas suku bunga secara mengejutkan pada hari Rabu, yang bertujuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi meskipun kekhawatiran investor meningkat atas disiplin fiskal negara.

BI memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 4,75 persen, pemangkasan keenam sejak memulai siklus pelonggaran pada September tahun lalu dan terendah sejak akhir 2022. Seluruh 31 ekonom yang disurvei oleh Reuters memperkirakan tidak ada perubahan.

Gubernur Bank Sentral Indonesia, Perry Warjiyo, berbicara dalam konferensi pers di Kantor Pusat Bank Indonesia di Jakarta, Indonesia, 17 Januari 2024. (Foto: REUTERS/Willy Kurniawan) 

Gubernur Perry Warjiyo mengatakan bank sentral akan terus mengkaji ruang untuk pemangkasan lebih lanjut, menggarisbawahi ekspektasi para ekonom untuk pelonggaran moneter lebih lanjut. BI harus menyeimbangkan kebutuhan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan mendukung pertumbuhan selama siklus pelonggaran, kata Warjiyo.

"Pertumbuhan ekonomi kita masih di bawah kapasitas nasional sehingga permintaan perlu didorong," ujar Warjiyo dalam konferensi pers daring, seraya menambahkan bahwa BI telah "berupaya maksimal" untuk mendukung pertumbuhan ekonomi sekaligus menjaga stabilitas pasar keuangan.

KEKHAWATIRAN INDEPENDENSI BI 

Pasar telah diguncang oleh protes dan kerusuhan selama dua minggu di banyak kota sejak akhir Agustus dan kemudian pemecatan mendadak Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati minggu lalu.

Ada juga kekhawatiran tentang independensi bank sentral menyusul kesepakatan "pembagian beban" yang akan memungkinkan BI membantu mendanai program-program negara. DPR sedang membahas perubahan yang dapat memperkuat persyaratan bagi BI untuk mendukung pertumbuhan dan memungkinkan parlemen mengevaluasi anggota dewan dan merekomendasikan pemecatan mereka kepada presiden.

BI kini telah memangkas suku bunga acuannya sebesar 150 basis poin. BI juga telah memperluas likuiditas dalam sistem keuangan melalui operasi pasar terbuka dan membeli obligasi pemerintah di pasar sekunder.

Bank juga memangkas suku bunga fasilitas simpanan semalam sebesar 50 basis poin dan suku bunga fasilitas pinjaman sebesar 25 basis poin menjadi masing-masing 3,75 persen dan 5,50 persen.

TANDA-TANDA PERLAMBATAN

Indonesia, yang merupakan ekonomi terbesar Asia Tenggara, tumbuh 5,1 persen pada kuartal kedua dibandingkan tahun sebelumnya, laju tercepat dalam dua tahun. Namun Menteri Keuangan yang baru, Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan ada tanda-tanda perlambatan pada kuartal ketiga.

Purbaya mengkritik BI karena menjaga likuiditas perbankan tetap "kering", yang telah membatasi penyaluran kredit perbankan, karena ia memindahkan lebih dari $12 miliar dana pemerintah dari bank sentral ke bank-bank komersial untuk digunakan sebagai pinjaman.

Menanggapi hal tersebut, Warjiyo mengatakan pasokan pinjaman tersedia di tengah likuiditas yang melimpah, tetapi permintaan pinjaman melemah karena pelaku usaha berada dalam mode tunggu dan lihat.

BI memiliki pinjaman yang belum dicairkan sebesar 2.372 triliun rupiah (US$144,41 miliar), ujarnya. Warjiyo juga mendesak bank-bank komersial untuk mengikuti langkah BI dalam menurunkan suku bunga, dengan menekankan bahwa suku bunga kredit hanya turun 7 basis poin sepanjang tahun ini.

Namun, Warjiyo mengatakan ia menyambut baik keputusan Purbaya untuk memindahkan dana pemerintah, serta paket stimulus baru senilai $1 miliar untuk kuartal keempat, yang menurutnya dapat membantu mendorong permintaan domestik.

"Para pembuat kebijakan kemungkinan bertaruh pada pelebaran kembali selisih suku bunga antara Indonesia dan AS setelah pemangkasan suku bunga Fed Amerika Serikat yang diantisipasi minggu ini, memberikan lebih banyak ruang untuk menurunkan suku bunga domestik pada kuartal keempat 2025," kata ekonom DBS Radhika Rao.

"Pasar akan memantau perkembangan rencana yang diusulkan untuk memperluas mandat bank sentral," ujarnya.

Gubernur BI tidak menanggapi pertanyaan tentang RUU DPR yang memengaruhi bank sentral. 

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: AGENCIES/CNA/ih

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan