Bertubi-tubi, pendaki Belanda dan Swiss jatuh di Rinjani, jalur Pelawangan Sembalun ditutup sementara
Pendaki Sarah Tamar van Hult (26), asal Belanda yang tinggal di Denmark, mengalami kecelakaan saat menuruni jalur Pelawangan Sembalun menuju Danau Segara Anak.
MATARAM: Dua insiden pendaki asing yang terjatuh di jalur Pelawangan Sembalun menuju Danau Segara Anak, Gunung Rinjani, memaksa Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) menutup sementara jalur pendakian tersebut.
Penutupan diumumkan menyusul kecelakaan yang dialami pendaki asal Belanda dan Swiss dalam rentang waktu hanya dua hari. Penutupan ini juga disertai dengan penangguhan sistem booking online melalui aplikasi eRinjani.
“Kami menutup sementara jalur Pelawangan Sembalun ke Danau Segara Anak, sampai batas waktu yang belum ditentukan,” kata Budi Soesmardi, Kepala Kelompok Kerja World Class Mountaineering TNGR, dikutip Kompas.com, Jumat (18/7).
Menurut Budi, hingga saat ini terdapat 5.938 pendaki — baik lokal maupun mancanegara — yang sudah memiliki tiket pendakian Gunung Rinjani.
PENDAKI WANITA BELANDA ALAMI CEDERA KEPALA
Pendaki bernama Sarah Tamar van Hult (26), warga negara Belanda yang tinggal di Denmark, mengalami kecelakaan pada Kamis (17/7) saat menuruni jalur Pelawangan Sembalun menuju Danau Segara Anak.
Sarah memulai pendakiannya pada 16 Juli dan mengalami kecelakaan sehari setelahnya. Ia terjatuh ke jurang sedalam 20–30 meter, hanya sekitar 50 meter sebelum jembatan besi ke arah danau.
“Korban mengalami patah leher dan pendarahan kepala. Meski masih sadar, evakuasi manual dianggap terlalu berisiko,” ujar petugas SAR.
Tim SAR dari Pos SAR Kayangan dan helikopter SGI Air Bali dikerahkan pukul 16.42 WITA untuk evakuasi udara. Sarah kemudian diterbangkan ke RS BIMC Kuta, Bali untuk perawatan intensif.
Sehari sebelumnya, Benedikt Emmenegger (46) asal Swiss juga terjatuh saat turun dari puncak, di jalur yang sama — Pelawangan Sembalun ke Danau Segara Anak, pada Rabu (16/7) pukul 10.00 WITA.
Kedua korban berhasil diselamatkan, namun lokasi jatuhnya yang berdekatan menyoroti tingkat risiko jalur tersebut, terutama setelah summit saat energi pendaki menurun drastis.
Rentetan insiden ini terjadi hanya tiga minggu setelah tewasnya pendaki asal Brasil, Juliana Marins, yang jatuh di kawasan Rinjani. Kejadian itu sempat memicu kehebohan internasional mengenai standar keselamatan pendakian di gunung tertinggi kedua di Indonesia tersebut.
Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.