Berbicara di acara PPI Singapura, Ridwan Kamil: Saya belum tahu maju di Pilkada mana
Ridwan Kamil digadang-gadang sebagai calon kuat untuk maju kembali sebagai gubernur di Jawa Barat atau menyeberang ke DKI Jakarta.
SINGAPURA: Ridwan Kamil menyampaikan dia belum tahu akan berlaga di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) provinsi mana pada 27 November mendatang.
Mantan Gubernur Jawa Barat itu lebih lanjut mengatakan sejauh ini belum ada keputusan apakah dia akan kembali bertarung untuk periode kedua di Jabar atau menyeberang ke DKI Jakarta.
Berbicara di acara talkshow “Navigating the Future: A Talk on Leadership, Entrepreneurship, and Experience” yang digelar Perhimpunan Pelajar Indonesia di Singapura (PPIS), Rabu (22 Mei) di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Singapura, sosok yang akrab dipanggil Kang Emil itu memastikan dia akan berkampanye untuk pilkada.
Nama Kang Emil memang sedang digadang-gadang sebagai calon kuat gubernur untuk kedua provinsi itu.
Di Jawa Barat, politisi dari Partai Golkar itu berpotensi menghadapi mantan wakilnya Uu Ruzhanul Ulum, anggota DPR Dedi Mulyadi dan Desy Ratnasari, mantan Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto, dan mantan Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana.
Sedangkan di ibukota, dua mantan gubernur, Anies Baswedan dan Basuki Tjahaja Purnama atau yang akrab dipanggil Ahok menjadi calon kuat lawan Kang Emil.
INDONESIA EMAS 2045
Ketika menyinggung mengenai isu leadership atau kepemimpinan, politisi berusia 52 tahun itu menjabarkan kinerjanya di depan sekitar 125 orang diaspora Indonesia di Singapura.
Kang Emil menyebut keberhasilannya melakukan pedestrianisasi kota Bandung ketika menjabat sebagai Wali Kota.
Kemudian dia mengutarakan mengenai desa digital dan 7000 petani muda yang telah diwisuda ketika masa pemerintahannya sebagai orang nomor satu Jawa Barat.
Melalui program desa digital, pemerintah provinsi Jabar memperluas jaringan internet untuk memberdayakan masyarakat dan mengembangkan potensi desa.
Suami Atalia Kamil itu juga menekankan pentingnya mencapai target Indonesia Emas 2045.
Menurutnya ada 4 hal yang perlu terus dilakukan dan dijaga oleh Indonesia yaitu pertumbuhan ekonomi 5 persen, hilirisasi, transisi kekuasaan yang damai, serta pemberantasan stunting.
Kang Emil kemudian menyinggung pentingnya program makan siang gratis Presiden terpilih Prabowo Subianto untuk menurunkan angka stunting yang masih tinggi di Indonesia.
Tingginya angka stunting tentu akan mempengaruhi IQ anak-anak Indonesia yang sejauh ini masih rendah dan menurutnya akan menjadi kendala Indonesia untuk menjadi negara adidaya kelak.
Dapatkan informasi menarik lainnya dengan bergabung di WhatsApp Channel CNA.id dengan klik tautan ini.
Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Singapura, Suryopratomo, menyambut hangat kedatangan Kang Emil yang bersedia berbagi pengalaman unik leadershipnya sebagai seorang arsitek dan pejabat bersama pelajar Indonesia di Singapura.
“Saya sangat mengapresiasi kerja keras PPI Singapura menyelenggarakan banyak acara dan pastinya KBRI akan selalu menjadi rumah bagi diaspora yang ingin menggelar acara,” ujar Dubes yang akrab dipanggil Tommy itu.
Ikut menjadi pembicara adalah Atase Keuangan KBRI Heru Hardjanto.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) PPI Singapura, Samuel, dalam pidato penutupnya mengatakan besarnya potensi mahasiswa Indonesia di Singapura dan pentingnya berkolaborasi satu sama lain.
“Seperti yang dikatakan Pak Ridwan Kamil, kita harus melepas ego untuk kepentingan bersama. Dengan begitu bisa terjadi kolaborasi diaspora Indonesia di Singapura, apakah antara PPI Singapura dengan dewan presidium sekolah, PPI Singapura dengan organisasi diaspora Forum Komunikasi Masyarakat Indonesia di Singapura (FKMIS), dan PPI Singapura dengan ormas-ormas lainnya,” ucap Samuel.
“Paling penting adalah menyadari bahwa dalam semua impossibilities akan selalu ada possibilities ketika kita berkolaborasi dan bekerja sama,” pungkasnya.