Bencana longsor Tana Toraja: 18 tewas, Gubernur Sulsel serahkan bantuan untuk korban
Bencana longsor melanda Kelurahan Manggau dan Makale Selatan, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan, Sabtu (13 April) malam, sehingga mengakibatkan 18 orang warga meninggal dunia (Foto: website Badan Nasional Penanggulan Bencana/BPBD Kabupaten Tana Toraja)
MAKASSAR: Sedikitnya 18 orang ditemukan tewas dan dua lainnya hilang setelah tanah longsor di Kabupaten Tana Toraja, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Sulawesi Selatan (14 April).
Korban tewas dan dua orang yang selamat dievakuasi dari dua desa yang terkena bencana tanah longsor itu yang berlaku di dua tempat, Dusun Palangka, Kecamatan Makale dan Dusun Putu, Lembang Randan Batu, Kecamatan Makale Selatan.
Sebelum ini, laporan media menyatakan ada 19 korban jiwa, dengan empat kematian di Makale Selatan dan 15 lainnya di desa Makale.
Dua orang dilaporkan hilang dan diduga tertimbun reruntuhan longsor.
Setelah kejadian tersebut Penjabat Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin menyerahkan bantuan untuk korban pada Minggu (14 April).
Tana Toraja dan sekitarnya “terus menerus dilanda hujan lebat, terutama selama seminggu terakhir, dan hampir tidak ada hentinya”, tambah Kepala BPBD Sulaiman Malia kepada wartawan.
Curah hujan yang tinggi mengikis tanah pemukiman yang terletak di lereng gunung sehingga menyebabkan tanah longsor yang mengubur rumah warga, ujarnya.
Menurut kantor berita Antara penyebab kejadian dampak hujan dengan intensitas sedang-tinggi selama beberapa hari dan kondisi tanah yang tidak stabil atau mengakibatkan terjadinya tanah longsor yang menimbun sejumlah rumah warga di saat warga tertidur. Kerugian ditaksir ratusan juta rupiah.
Sebahagian kawasan di Indonesia rentan terhadap tanah longsor pada musim hujan dan masalah ini diperparah di beberapa tempat dengan penggundulan hutan, dan hujan deras yang berkepanjangan menyebabkan banjir di beberapa wilayah.
Bulan lalu banjir bandang dan tanah longsor di pulau Sumatera menewaskan sedikitnya 30 orang dan banyak lagi yang masih hilang.
Tanah longsor dan banjir menyapu puluhan rumah dan menghancurkan sebuah hotel di dekat Danau Toba di Sumatera pada bulan Desember, menewaskan sedikitnya dua orang.