Begal payudara merajalela dan bergentayangan di Sleman, warga resah
Seorang perempuan menjadi korban pelecehan ketika sedang mengendarai motor pulang ke kosnya pada sore hari.
SLEMAN: Kasus begal payudara yang kembali merajalela meresahkan warga Kabupaten Sleman.
Kepolisian pun kini berupaya keras untuk menangkap pelaku.
Kapolresta Sleman Kombes Yuswanto Ardi mengungkapkan bahwa pihaknya telah memerintahkan jajarannya untuk mengumpulkan barang bukti, termasuk rekaman CCTV, guna mengidentifikasi pelaku.
“Untuk penyelidikan, saat ini kami sedang melakukan pengumpulan barang bukti CCTV yang ada untuk identifikasi pelaku,” kata Ardi kepada detikJogja, Senin (18/11).
Terbaru, aksi begal payudara terjadi di wilayah Jambon, Kapanewon Gamping, pada Rabu pekan lalu (13/11).
Pelecehan seksual ini menjadi viral setelah diunggah oleh akun X @merapi_uncover.
Dalam unggahan tersebut, korban disebutkan menjadi sasaran saat hendak pulang ke kosnya pada sore hari sekitar pukul 18.30
Korban yang mengendarai motor seorang diri tiba-tiba dihampiri pelaku dari samping yang langsung memegang payudaranya.
Perempuan yang tidak menyebutkan identitasnya ini berteriak histeris dan mencoba mengejar pelaku.
Namun, pelaku berhasil melarikan diri dan menghilang di kawasan Selokan Mataram.
Korban sempat memberikan ciri-ciri pelaku, yaitu mengenakan kemeja kotak-kotak, celana jin, dan diperkirakan berusia sekitar 23 tahun.
Namun, korban tidak dapat melihat dengan jelas nomor plat motor pelaku karena penglihatannya yang rabun.
Kasus serupa juga sebelumnya dilaporkan terjadi di Kapanewon Ngaglik.
Menyikapi maraknya kasus ini, Kombes Ardi menegaskan bahwa pihaknya telah meningkatkan intensitas patroli di daerah-daerah rawan, terutama pada jam-jam tertentu.
“Kami tingkatkan intensitas patroli pada daerah yang sudah terindikasi menjadi tempat kejadian, terutama saat jam rawan,” tekannya.
Hingga kini, polisi belum dapat memastikan apakah pelaku pada kasus-kasus tersebut merupakan orang yang sama.
“Belum dapat disimpulkan (apakah itu pelaku yang sama). Tapi terhadap peristiwa yang dilaporkan, proses penyelidikan sedang berjalan,” tambahnya.
Ardi juga mengimbau masyarakat, khususnya korban, untuk segera melapor kepada pihak kepolisian jika mengalami kejadian serupa.
“Laporkan agar kami bisa segera menindaklanjuti,” tutupnya.
Dapatkan informasi menarik lainnya dengan bergabung di WhatsApp Channel CNA.id dengan klik tautan ini