Pertamax naik, simak cara mudah menyiasati biaya bensin yang melonjak
Mulai dari menjaga kondisi kendaraan hingga mengubah gaya mengemudi, berbagai langkah ini dapat membantu menghemat penggunaan BBM.
Ilustrasi mobil mengisi bahan bakar di SPBU. (Foto: iStock/Rangsarit Chaiyakun)
JAKARTA: Pertamina Patra Niaga kembali melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi untuk produk Pertamax dan Pertamax Green yang berlaku mulai Rabu, 10 Juni 2026.
Saat ini, harga Pertamax (RON 92) naik dari Rp12.300 per liter menjadi Rp16.250 per liter. Sementara itu, Pertamax Green95 (RON 95) meningkat dari Rp12.900 per liter menjadi Rp17.000 per liter.
Sebelumnya, per 18 April 2026, Pertamina juga telah menaikkan harga BBM nonsubsidi untuk jenis Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex.
Kenaikan harga BBM tentu berdampak pada pengeluaran masyarakat, baik pengguna kendaraan roda dua maupun roda empat. Karena itu, penggunaan bahan bakar yang lebih efisien menjadi hal yang semakin penting untuk diperhatikan.
Pada dasarnya, konsumsi BBM dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari gaya mengemudi, kondisi kendaraan, hingga situasi lalu lintas. Cara berkendara yang kurang tepat juga dapat membuat performa mesin tidak optimal dan membuat bahan bakar lebih cepat habis.
Dikutip dari laman resmi Pertamina, berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk membantu menghemat penggunaan BBM.
RUTIN SERVIS DAN CEK KONDISI MESIN
Perawatan rutin menjadi salah satu kunci penghematan BBM. Disarankan untuk melakukan servis setiap tiga bulan atau setelah kendaraan menempuh jarak sekitar 5.000 kilometer.
Melalui servis berkala, saluran bahan bakar serta berbagai komponen kendaraan dapat diperiksa dan dijaga dalam kondisi optimal sehingga konsumsi BBM menjadi lebih efisien.
Selain itu, mesin yang terawat akan bekerja lebih efisien dan membantu menekan penggunaan bahan bakar. Pastikan tidak ada lampu indikator peringatan yang menyala pada panel instrumen.
Menjaga putaran mesin pada kisaran rendah, sekitar 2.000 RPM, dapat membantu mengurangi penggunaan bahan bakar.
Saat berkendara jarak jauh, terutama di jalan tol, gunakan gigi yang lebih tinggi dengan putaran mesin yang tetap rendah. Selain lebih hemat, kondisi ini juga membuat kabin terasa lebih senyap.
Jika muncul indikator peringatan, segera periksa di bengkel resmi agar masalah dapat ditangani lebih cepat. Selain itu, membersihkan bagian dalam mesin dari penumpukan kerak karbon dan mengganti oli secara berkala juga dapat membantu menjaga efisiensi kerja mesin.
PERIKSA BAN DAN FILTER UDARA
Kondisi ban berpengaruh langsung terhadap konsumsi bahan bakar. Ban yang kekurangan tekanan angin akan meningkatkan rolling resistance atau tahanan gulir sehingga mesin harus bekerja lebih keras untuk menggerakkan kendaraan.
Karena itu, pastikan tekanan angin ban selalu sesuai dengan rekomendasi pabrikan yang dapat ditemukan pada buku manual kendaraan atau di bagian pintu pengemudi.
Sebagai tambahan, cek juga filter udara, karena jika terlalu kotor dapat membuat mesin bekerja lebih berat. Pasalnya, aliran udara bersih menuju ruang pembakaran bisa terhambat.
Untuk menjaga efisiensi kendaraan, filter udara sebaiknya dibersihkan setiap 2.000 hingga 3.000 kilometer atau diganti jika masa pakainya sudah terlalu lama.
USAHAKAN KECEPATAN STABIL
Saat menghadapi kemacetan, sebaiknya hindari kebiasaan menekan pedal gas terlalu dalam lalu langsung mengerem.
Biarkan kendaraan bergerak secara perlahan mengikuti arus lalu lintas. Akselerasi yang agresif dapat meningkatkan konsumsi bahan bakar secara signifikan.
Saat berkendara, terutama pada kecepatan tinggi, usahakan menjaga laju kendaraan tetap stabil dan menyesuaikannya dengan kondisi jalan serta lingkungan sekitar.
Kecepatan yang terlalu sering berubah dapat membuat beban kerja mesin meningkat dan berdampak pada konsumsi bahan bakar yang lebih besar.
Selain itu, bila memungkinkan, gunakan Eco Mode. Banyak mobil modern yang telah dibekali mode berkendara ECO yang dapat mengatur respons pedal gas agar kendaraan menggunakan bahan bakar seefisien mungkin.
Dengan bantuan mode tersebut, pengemudi dapat lebih mudah menjaga konsumsi BBM tetap rendah saat berkendara sehari-hari.
Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.