BBM kosong, pegawai SPBU swasta banting setir jualan kopi dan donat demi bertahan hidup
Kelangkaan BBM di SPBU swasta disebutkan karena keterbatasan kuota impor.
TANGERANG SELATAN: Bukan deretan kendaraan yang berbaris menunggu giliran mengisi bahan bakar, melainkan dua meja cokelat dengan kopi dan wadah berisi roti dan donat yang kini menyambut pengendara di sebuah SPBU swasta di kawasan Ciputat.
Para petugas yang biasanya sigap memegang nozzle kini berdiri di pinggir jalan, menawarkan menu minuman dan makanan kecil kepada warga yang melintas.
Situasi serupa juga terjadi di sejumlah SPBU Shell di Depok. Sejak akhir pekan lalu, BBM jenis V-Power dan Super habis. Pegawai menyebut hanya solar (diesel) yang tersedia.
Di SPBU Shell Sawangan, Pancoran Mas, pada Kamis (18/9), area pengisian tampak lengang tanpa antrean kendaraan.
“Habis, mas. Ada cuma diesel,” kata seorang pegawai.
Kondisi ini terjadi di hampir semua SPBU Shell Depok, termasuk Margonda 2.
KREATIVITAS DI TENGAH KELANGKAAN BBM
Kelangkaan pasokan bahan bakar minyak (BBM) membuat karyawan SPBU terpaksa mencari cara lain untuk tetap memperoleh pemasukan. Arif, salah seorang petugas, mengatakan langkah itu murni inisiatif karyawan.
“Karena bensin sudah tidak ada lagi, jadi kami kuatin jualan makanan dan minuman,” ceritanya kepada Kompas.com, Rabu (17/9).
Baginya, langkah ini bukan sekadar soal kreativitas, melainkan kebutuhan mendesak untuk tetap memiliki pemasukan.
Disebutkan juga, inisiatif ini diambil sendiri oleh karyawan, bukan instruksi dari manajemen pusat
Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.
Awalnya, produk kopi dan donat hanya diletakkan di dalam area SPBU, tetapi kurang menarik perhatian.
Meja kemudian dipindahkan ke depan, lengkap dengan menu sederhana, sehingga lebih mudah dilihat pengendara. Strategi itu berhasil menarik konsumen, bahkan ada yang sengaja putar balik setelah melihat karyawan SPBU berjualan.
Bagi pengendara, kondisi ini tentu mengecewakan. Banyak yang akhirnya keluar dari SPBU dengan tangan kosong karena stok BBM tidak tersedia. Namun sebagian tetap memilih membeli makanan dan minuman sebagai bentuk dukungan.
Sunita (35), warga Ciputat, mengaku awalnya berniat mengisi BBM, tetapi akhirnya membeli kopi.
“Kami support karena sama-sama pedagang juga. Jadi ya sudah, akhirnya saya beli aja,” ujarnya.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menjelaskan kelangkaan BBM di SPBU swasta terjadi karena keterbatasan kuota impor.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan pemerintah sudah menambah kuota impor BBM sebesar 10 persen pada 2025. Ia juga meminta SPBU swasta berkolaborasi dengan Pertamina untuk menjamin pasokan.