Batik Air bebastugaskan pilot-kopilot yang tertidur saat penerbangan Kendari-Jakarta
Kopilot pesawat bernomor penerbangan ID6723 itu dilaporkan kurang tidur sehari sebelum penerbangan karena merawat bayi kembarnya yang berusia 1 tahun.
JAKARTA: Maskapai Batik Air membebastugaskan sementara pilot dan kopilot penerbangan bernomor ID6723, rute Kendari-Jakarta, yang bertugas pada 25 Januari 2024.
Keputusan yang dilaporkan Kompas.id, Sabtu (9 Maret), ini diambil setelah laporan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Jumat lalu (7 Maret), mendapati pilot dan kopilot pesawat, keduanya warga negara Indonesia, tertidur selama 28 menit ketika menjalankan tugasnya.
Seluruh 153 penumpang dan empat pramugari selamat dalam insiden yang sempat menyebabkan pesawat mengalami serangkaian kesalahan navigasi. Tidak ada kerusakan pada pesawat atau cedera pada penumpang.
Pesawat terbang melenceng hingga di langit sekitar Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menyimpang ratusan kilometer ke arah tenggara dari tujuan aslinya, Jakarta.
KRONOLOGIS INSIDEN
Pesawat lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta pada pukul 03.14 WIB subuh menuju ke Kendari. Selama penerbangan, kapten yang berusia 32 tahun itu melihat kopilot tampak lelah dan memperbolehkannya untuk beristirahat sejenak di kokpit.
Kopilot berusia 28 tahun itu kemudian tidur selama sekitar 30 menit.
Pesawat mendarat dengan selamat di Bandara Halu Oleo pada pukul 07.11 WITA.
Laporan KNKT yang dikutip Jakarta Globe menyebutkan selang satu jam kemudian pada pukul 08:05 WITA, pesawat terbang balik dari Halu Oleo menuju Bandara Soekarno-Hatta dengan kopilot mengambil alih kendali penerbangan.
Pada pukul 08.37, saat pesawat mencapai ketinggian jelajah, pilot meminta izin untuk tidur yang disetujui oleh kopilot.
Pilot tersebut terbangun pada pukul 09.22 dan bertanya kepada kopilot apakah ia ingin beristirahat, namun kopilot menolak. Mereka berbincang selama sekitar 30 detik sebelum sang kapten kembali tidur.
Sementara itu, ATC setempat meminta awak pesawat untuk beralih komunikasi ke ATC Jakarta.
Setelah menerima arahan dari Jakarta, kopilot tidak sengaja tertidur selama 10 detik.
Komunikasi dengan ATC dilanjutkan beberapa saat kemudian, namun kemudian kopilot itu tertidur lagi, meninggalkan pesawat sepenuhnya tanpa pilot aktif saat terbang ribuan kaki di udara.
Dalam waktu 12 menit setelah komunikasi terakhir, ATC Jakarta menanyakan status penerbangan mereka namun tidak menerima jawaban.
ATC mencoba menelepon lagi, 28 menit setelah percakapan terakhir, dan kali ini sang pilot terbangun dan memberikan respons.
Ia segera menyadari bahwa pesawat tersebut tidak berada di jalur penerbangan yang benar dan membangunkan kopilotnya. Pilot memberitahu ATC bahwa ada masalah dengan radio namun mereka baik-baik saja.
Penerbangan dilanjutkan menuju Soekarno-Hatta dan mendarat tanpa insiden.
Baik pilot dan kopilot lulus uji kesehatan dan dinyatakan siap bertugas.
Namun kopilot dilaporkan mengalami kurang tidur karena merawat bayi kembarnya yang berusia satu bulan sehari sebelum kejadian. Dia disebutkan mencoba untuk tidur, namun harus bangun beberapa kali untuk membantu istrinya merawat bayi.
Kedua awak pesawat ini telah diberikan istirahat selama satu setengah hari sebelum mengudara ke ibukota provinsi Sulawesi Tenggara itu.