Skip to main content
Iklan

Indonesia

Banyak yang 'nakal' dan 'jajan'? Kasus sifilis di Indonesia melonjak tembus 23 ribu

Kemenkes mengungkapkan tren peningkatan kasus sifilis secara konsisten dalam tiga tahun terakhir.

Banyak yang 'nakal' dan 'jajan'? Kasus sifilis di Indonesia melonjak tembus 23 ribu
Bakteri Treponema pallidum penyebab sifilis (iStock)

JAKARTA: Infeksi penyakit menular seksual (PMS) sifilis kembali menjadi sorotan nasional.

Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) mencatat lonjakan signifikan kasus sifilis di Indonesia sepanjang tahun 2024, dengan total 23.347 kasus dilaporkan hingga pertengahan tahun ini.

Data tersebut diumumkan Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kemenkes pada Minggu (15/6).

Dalam laporannya, Kemenkes menyebut tren peningkatan kasus sifilis telah terjadi secara konsisten dalam tiga tahun terakhir. Pada 2022, kasus mencapai lebih dari 20 ribu, sementara 2024 menunjukkan lonjakan tajam dengan dominasi penyebaran di wilayah perkotaan, meskipun wilayah pedesaan kini juga mulai terdampak.

APA ITU SIFILIS?

Sifilis—dikenal juga sebagai raja singa—merupakan penyakit menular seksual yang disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum. Penyakit ini dapat menyerang siapa saja, terutama individu dengan gaya hidup seksual berisiko.

Penularannya terjadi melalui kontak langsung dengan luka orang yang terinfeksi saat hubungan seksual. Luka dapat muncul di kelamin, anus, atau mulut, dan sering kali tidak terasa sakit, sehingga penderita sering tidak menyadari telah terinfeksi.

Bakteri dapat masuk melalui luka kecil di kulit atau selaput lendir.

Selain itu, sifilis juga bisa ditularkan dari ibu hamil kepada bayinya, baik saat kehamilan maupun saat persalinan.

“Memiliki sifilis saat hamil dapat menyebabkan bayi lahir prematur, berat badan rendah, bahkan lahir dalam kondisi meninggal,” terang Kemenkes dalam keterangannya.

Salah satu tantangan utama dalam menangani sifilis adalah minimnya kesadaran gejala awal, yang kerap dianggap sepele. Gejala bisa muncul dalam beberapa tahap, seperti:

  • Luka kecil tanpa rasa sakit di area genital, dubur, atau mulut
  • Pembengkakan kelenjar getah bening
  • Ruam di telapak tangan, wajah, atau kaki
  • Demam, nyeri otot, rambut rontok

Jika tidak diobati, sifilis dapat menyebabkan komplikasi berat seperti gangguan jantung, kebutaan, kerusakan saraf, hingga menjadi pintu masuk bagi infeksi HIV

Pasien yang terinfeksi sifilis. (Centers for Disease Control and Prevention)

KONDOM DAN DOXYCYCLINE JADI KUNCI PENCEGAHAN

Berdasarkan panduan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), penggunaan kondom latex secara konsisten dan benar menjadi salah satu metode paling efektif dalam mencegah penularan sifilis.

Untuk kelompok dengan risiko tinggi, seperti individu yang aktif secara seksual dengan banyak pasangan, direkomendasikan mengonsumsi doxycycline 200 mg dalam waktu 72 jam setelah hubungan seksual berisiko.

Studi di San Fransisco dan California Utara menunjukkan pendekatan ini menurunkan infeksi sifilis hingga 70–73 persen.

Salah satu isu yang disorot Kemenkes adalah stigma keliru yang menghambat deteksi dan pengobatan.

Banyak masyarakat yang mengira sifilis hanya menyerang mereka yang “jajan di luar” atau punya banyak pasangan. Padahal, siapa pun—termasuk yang setia pada satu pasangan—bisa terinfeksi, apalagi jika pasangannya pernah membawa infeksi tersebut.

“Sayangnya, masih banyak yang salah paham. Sifilis bukan cuma soal gaya hidup, tapi faktornya bisa beragam. Siapa pun bisa terinfeksi,” tulis akun resmi Kemenkes di media sosial.

Kemenkes mengimbau masyarakat untuk segera melakukan tes sifilis jika merasa berisiko, terutama mereka yang aktif secara seksual. Pemeriksaan sifilis kini bisa dilakukan dengan mudah di Puskesmas maupun rumah sakit, cukup melalui tes darah sederhana.

“Penanganan dini bisa mencegah komplikasi yang lebih serius,” tegas Kemenkes.

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: Others/ew

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan