Skip to main content
Iklan

Indonesia

Korban banjir Sumatra diberi jaminan hidup Rp10 ribu/hari, yang meninggal disantuni Rp15 juta

Besaran jadup akan disesuaikan dengan jumlah anggota keluarga.

Korban banjir Sumatra diberi jaminan hidup Rp10 ribu/hari, yang meninggal disantuni Rp15 juta
Para aktivis berunjuk rasa dalam aksi protes terhadap lambatnya respons penanganan bencana banjir Sumatra di depan kantor Dewan Perwakilan Rakyat Aceh di Banda Aceh, Indonesia, 16 Desember 2025. Para aktivis juga menuntut pemerintah untuk menyelidiki aktivitas pembalakan hutan secara masif yang menyebabkan banjir di Sumatra. (EPA/HOTLI SIMANJUNTAK)

JAKARTA: Pemerintah menyiapkan jaminan hidup atau jadup bagi para korban banjir di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. 

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menjelaskan bahwa nilai jadup yang akan diberikan sebesar Rp10.000 per orang per hari. Bantuan ini diberikan setelah warga menempati hunian sementara atau hunian tetap.

"Setelah nanti ada huntara (hunian sementara) atau huntap (hunian tetap), ada jadup jaminan untuk hidup sementara selama 3 bulan, di mana setiap keluarga, setiap individu mendapatkan dukungan Rp10.000 per harinya," kata Gus Ipul diwartakan detikNews, Rabu (17/11).

Data terbaru menunjukkan jumlah korban tewas hingga Kamis pagi 18 Desember telah mencapai 1.059 jiwa. Sebanyak 192 orang masih hilang dan 7.000 orang mengalami luka. 

Gus Ipul menjelaskan bahwa besaran jadup akan disesuaikan dengan jumlah anggota keluarga.

"Untuk jadup per 10.000 per individu ya. Kalau keluarganya lima ya dapat Rp10.000 kali 5. Kalau empat ya kali 4, itu selama 3 bulan," ujarnya.

Kemensos juga akan memberikan bantuan perlengkapan isi dapur senilai tiga juta rupiah serta dukungan pemberdayaan ekonomi tahap awal sebesar lima juta rupiah.

Ia menegaskan bahwa nilai jadup tersebut masih merupakan usulan dan belum final.

"Tadi kami lapor kepada Pak Menko, apakah indeks Rp10.000 ini masih memenuhi standar hari ini atau perlu ditingkatkan. Tentu nanti kami mohon arahan lebih lanjut," ucapnya.

SANTUNAN KORBAN 

Selain jadup pemerintah juga menyiapkan santunan bagi korban wafat dan korban luka berat.

"Santunan untuk yang wafat sebesar Rp15 juta yang akan diserahkan ke ahli waris," kata Gus Ipul.

Untuk korban luka berat pemerintah menyiapkan bantuan sebesar lima juta rupiah.

Gus Ipul menegaskan bahwa Kementerian Sosial bukan bekerja sendirian melainkan menjadi bagian dari tim besar pemerintah dalam penanganan bencana.

"Jadi kami ingin sampaikan bahwa Kementerian Sosial menjadi bagian dari tim besar pemerintah, bukan sendirian. Dukungan logistik yang diberikan oleh Kementerian Sosial di masa tanggap darurat misalnya, itu adalah sebagian saja, bisa jadi mungkin sebagian kecil," imbuhnya.

Source: Others/ew

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan