Resahkan ojol, viral pria di Bandung telanjang bulat menerima pesanan makanan
Pelaku telah diamankan oleh polisi dan terancam pidana hukuman 10 tahun penjara dan atau denda minimal sebesar Rp 5 milyar rupiah
BANDUNG: Polresta Bandung mengamankan seorang pria yang melakukan aksi tak senonoh ke seorang driver ojek online alias ojol.
Pria bersangkutan yang tidak disebutkan namanya itu dengan sengaja keluar telanjang bulat tanpa sehelai benangpun saat menerima pesanan makanan dari tempat tinggalnya di Pasir Impun, Bandung.
Video insiden yang viral di media sosial ini pertama sekali diunggah oleh akun @Heraloebss pada Minggu (28 Juli).
Tanpa rasa malu sama sekali dan penuh ‘percaya diri’ pria berkacamata itu keluar begitu saja melenggang telanjang untuk mengambil pesanan.
Yang semakin mencengangkan adalah kejadian ini bukan yang pertama.
Dilaporkan bahwa pelaku telah berkali-kali melakukan pelecehan seksual yang terekam oleh kamera.
Sudah ada tiga orang driver ojol yang menjadi korban perbuatan pelaku sejak Maret 2024.
Bahkan, pengemudi ojol bersangkutan telah diberitahu oleh pengemudi ojol lain untuk berhati-hati jika mengantar pesanan ke rumah itu.
MOTIF PELAKU TELANJANG
Kapolresta Bandung, Kombes Pol Kusworo Wibowo mengatakan, kejadian tersebut terjadi Minggu siang sekitar pukul 14.00 WIB.
“Betul terjadi bahwa pemesan layanan ini keluar dengan tidak mengenakan pakaian kemudian mengambil barangnya, mengambil pesanannya dan masuk kembali,” katanya dalam konferensi pers di Mapolresta Bandung dikutip media setempat, Senin (29 Juli).
Ditanya motif pelaku, Kusworo mengungkapkan pelaku memang sengaja telanjang bulat mengambil pesanan untuk kepuasan tersendiri.
“Ketika pelaku memperlihatkan keseluruhan tubuhnya ke luar, terlepas terlihat atau tidak, jalan-jalan depan publik dengan tidak mengenakan pakaian itu sudah kepuasan tersendiri,” jelasnya.
Bahkan, pelaku diketahui pernah melakukan masturbasi di depan umum dan merekam aksinya tersebut.
Pelaku kemudian membagikan video asusilanya ke komunitasnya melalui grup WhatsApp.
“Informasinya gak dijual, hanya saja mereka punya komunitas, punya grup WA yang suka saling bertukar foto atau video dan pada saat yang bersangkutan merekamkan dirinya,” sambung Kusworo.
Sementara itu, driver ojol yang menjadi korban menduga pelaku sengaja melakukan aksi ketelanjangannya guna membuat konten tak senonoh lantaran telah menyiapkan ponselnya untuk merekam.
Seorang warganet sampai berceletuk, "Sekarang ga cuma cewek yang harus hati-hati sama penjahat kelamin, Cowok juga harus waspada”
Pelaku terancam hukuman 10 tahun penjara dan atau denda minimal sebesar Rp 5 milyar rupiah atas perbuatannya ini.
Dapatkan informasi menarik lainnya dengan bergabung di WhatsApp Channel CNA.id dengan klik tautan ini