Skip to main content
Iklan

Indonesia

Tujuh bandara masih ditutup akibat abu Anak Krakatau, 170 ribu penumpang terdampak

Pada Minggu (6/9), lebih dari 1.500 penerbangan ditunda akibat abu vulkanik erupsi gunung Anak Krakatau.

Tujuh bandara masih ditutup akibat abu Anak Krakatau, 170 ribu penumpang terdampak

Penumpang terlantar di terminal setelah Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Tangerang menghentikan operasinya akibat letusan Gunung Anak Krakatau, pada 6 September 2026. (Foto arsip: Reuters/Ajeng Dinar Ulfiana)

07 Sep 2026 09:38AM (Diperbarui: 07 Sep 2026 01:07PM)

JAKARTA: Tujuh bandara di Indonesia masih ditutup hingga Senin siang (7/9) akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau.

Abu dari Anak Krakatau, yang terletak di antara Pulau Jawa dan Sumatra, menyelimuti Jakarta dan sejumlah wilayah sekitarnya sejak gunung itu erupsi pada Jumat malam, sehingga bandara-bandara tersebut ditutup demi keselamatan.

“Keselamatan menjadi prioritas kita. Kami melihat situasi terakhir berdasarkan informasi yang diberikan BMKG. Jadi kami belum bisa memastikan kapan akan berakhir karena cuaca terlalu dinamis. Tadi disampaikan BMKG bahwa setiap layer ketinggian arah anginnya cepat berubah, sehingga ini yang harus kita pastikan,” tutur Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi dalam sebuah pernyataan pada Senin.

Ketujuh bandara yang masih ditutup ialah:

  • Bandara Soekarno-Hatta — Tangerang
  • Bandara Halim Perdanakusuma — Jakarta
  • Bandara Radin Inten II — Lampung
  • Bandara Husein Sastranegara — Bandung
  • Bandara Budiarto — Curug, Tangerang
  • Bandara Pondok Cabe — Tangerang Selatan
  • Bandara Taufik Kiemas — Pesisir Barat, Lampung
Penumpang menunggu di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta, pada 6 Sep 2026. Pihak bandara membatalkan sejumlah penerbangan akibat aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau. (FOTO: CNA/Wisnu Agung Prasetyo)

Adapun Bandara Atung Bungsu di Pagar Alam, Sumatera Selatan, yang sebelumnya sempat ditutup sudah dapat beroperasi secara normal per Senin jam 09.00 WIB.

Dalam pernyataan pada Minggu malam, penutupan delapan bandara tersebut membuat 1.558 penerbangan tertunda dengan 170.000 penumpang terdampak. Penerbangan yang ditunda terbanyak terdapat di Bandara Soekarno-Hatta sebanyak total 963 penerbangan per Minggu, 6 September 2026 pukul 17.06 WIB.

Singapore Airlines termasuk maskapai yang terdampak. Maskapai itu mengumumkan telah membatalkan penerbangan dari dan menuju Jakarta akibat erupsi gunung berapi tersebut, dengan sembilan penerbangan terdampak pada Senin.

Situs web badan pemantau gunung api menunjukkan, erupsi Anak Krakatau terbaru terjadi pada Minggu pukul 20.23 WIB.

Abu dari erupsi tersebut mencapai ketinggian hingga 6.000m di sisi Jawa gunung itu dan 15.000m di sisi Sumatra serta beberapa wilayah Provinsi Banten di Jawa, menurut keterangan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) di situs webnya.

Pada Minggu, badan penanggulangan bencana mengimbau masyarakat memakai masker saat beraktivitas di luar ruangan karena abu tersebut. Di Jakarta dan Lampung, sekolah menerapkan pembelajaran jarak jauh untuk mengurangi risiko kesehatan bagi siswa, lapor kantor berita Antara.

Indonesia berada di kawasan "Cincin Api" Pasifik, tempat gempa bumi dan erupsi gunung berapi kerap terjadi.

Anak Krakatau mulai muncul seabad lalu di kawasan yang sebelumnya ditempati Gunung Krakatau, yang kala itu dikenal sebagai Krakatoa. Gunung yang lebih tua itu hancur akibat erupsi besar pada 1883, yang menewaskan lebih dari 36.000 orang dalam serangkaian tsunami.

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: CNA/da(ar)

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan