Bali-Jember terhubung, Wings Air buka penerbangan perdana
Rute Denpasar–Jember terbang tiga kali sepekan dengan pesawat ATR 72-500/600 berkapasitas 72 kursi.
Wings Air rute Bali-Jember (Dok Wings Air)
JEMBER: Konektivitas udara Jember memasuki fase baru setelah Wings Air meresmikan penerbangan perdana rute Jember–Bali dari Bandara Notohadinegoro Jember (JBB) menuju Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali (DPS).
Pembukaan rute ini menjadi penerbangan komersial kedua yang dibuka di Jember tahun ini, setelah Bandara Notohadinegoro kembali aktif pada 17 Agustus 2025 melalui rute Jember–Jakarta PP yang dilayani FlyJaya dengan pesawat ATR 72-500.
Bandara di Desa Wirowongso, Kecamatan Ajung, Kabupaten Jember, ini sempat vakum tujuh setengah bulan sejak Januari 2025.
Penerbangan Wings Air IW1902 lepas landas perdana dari Bandara Ngurah Rai pada Jumat (5/12) pukul 12.06 Wita membawa 29 penumpang dan tiba di Bandara Notohadinegoro pukul 12.40 Wita.
Sementara itu, IW1903 dari Jember ke Bali berangkat pukul 14.25 Wita dan tiba di Bali pukul 15.07 Wita dengan 64 penumpang.
Penerbangan ini mendapat sambutan antusias karena durasi yang jauh lebih cepat dibandingan melakukan perjalanan darat. Durasi perjalanan hanya 34 menit dari Denpasar dan 42 menit dari Jember,.
Rute Denpasar–Jember dijadwalkan terbang tiga kali sepekan, yaitu Senin, Rabu, dan Jumat. Jadwal awal ini dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan pasar dan membuka peluang penambahan frekuensi ke depan.
Penerbangan dilayani menggunakan pesawat ATR 72-500/600 berkapasitas 72 kursi ekonomi, ideal untuk rute jarak pendek.
KONEKTIVITAS REGIONAL KIAN LUAS
General Manager Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Ahmad Syaugi Shahab, menyatakan bahwa rute baru ini memperluas konektivitas udara antara Bali dan wilayah Jawa Timur, khususnya Jember.
“Rute ini membuka akses baru bagi mobilitas masyarakat dan mendukung pertumbuhan ekonomi antar wilayah,” ujarnya dilansir NusaBali.com, Minggu (7/12).
Bupati Jember, Muhammad Fawait (Gus Fawait), yang turut dalam penerbangan perdana, menyebut rute ini sebagai terobosan penting bagi mobilitas masyarakat dan dunia usaha.
Ia mengatakan rute Jember–Bali dapat terhubung dengan lebih dari 15 kota domestik dan internasional, termasuk Jakarta, Makassar, Lombok, Labuan Bajo, Kupang, Tambolaka, Waingapu, Banjarmasin, Balikpapan, Kuala Lumpur, Singapura, Bangkok, Perth, hingga Melbourne.
Fawait menilai peningkatan konektivitas ini menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi Jember dan kawasan Tapal Kuda—yang meliputi Jember, Lumajang, Bondowoso, Probolinggo, Situbondo, dan sekitarnya—serta membuka peluang investasi baru.
Anggota DPR RI Rivqy Abdul Halim (Gus Rivqy) menyambut baik pembukaan rute baru tersebut. Ia menilai ini sebagai langkah penting bagi perkembangan Jember dan mendorong percepatan peningkatan infrastruktur pendukung, termasuk perpanjangan runway Bandara Notohadinegoro agar dapat menampung lebih banyak pesawat.
Dengan luas lahan 120 hektar dan runway 1.560 meter, Bandara Notohadinegoro merupakan bandara umum sipil pertama di Indonesia yang dibangun langsung oleh pemerintah kabupaten menggunakan anggaran APBD Kabupaten Jember.
Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.