Skip to main content
Iklan

Indonesia

Korsel peringatkan warganya waspada kejahatan di Bali, DPRD tegaskan masih aman

Pulau Dewata diguncang rentetan kasus kriminal, termasuk tiga kasus pemerkosaan dalam tiga hari berturut-turut.

Korsel peringatkan warganya waspada kejahatan di Bali, DPRD tegaskan masih aman

Lalu lintas yang padat sudah menjadi pemandangan biasa di Bali, terutama di daerah wisata populer seperti Canggu. (Foto: CNA/Wisnu Agung Prasetyo)

DENPASAR: Ketua DPRD Bali Dewa Made Mahayadnya menilai Bali masih menjadi destinasi yang aman dan nyaman bagi wisatawan.

“Secara angka, penjelasannya adalah Bali masih dianggap tempat aman dan nyaman, menjangkaunya juga gampang,” kata Mahayadnya, dikutip IDN Times, Senin (6/4).

Pernyataan ini muncul di tengah peningkatan kasus kriminal yang menimpa wisatawan asing di Bali, yang mendorong otoritas Korea Selatan mengeluarkan peringatan khusus bagi warganya.

Kedutaan Besar Korea Selatan di Indonesia mengimbau warganya untuk meningkatkan kewaspadaan saat berkunjung ke Pulau Dewata, menyusul rangkaian kasus kejahatan yang terjadi di sejumlah kawasan wisata.

Peringatan tersebut telah dipublikasikan sejak 1 April 2026 melalui laman resmi Kedutaan Besar Korea Selatan.

"Terjadi peningkatan kejahatan kekerasan yang menargetkan warga negara asing di daerah wisata populer di Bali seperti Jimbaran, Seminyak, dan Canggu. Kami meminta warga negara Korea yang berkunjung ke Bali untuk lebih memperhatikan keselamatan mereka," tulis pernyataan Kedutaan Besar Korea Selatan.

Dalam peringatan itu, otoritas Korea Selatan merinci sejumlah kasus kejahatan serius yang menimpa wisatawan asing, mulai dari penculikan, pemotongan anggota tubuh, hingga pelecehan seksual.

Situasi tersebut dinilai tidak lagi bersifat sporadis, melainkan menunjukkan tren yang perlu diwaspadai.

Beberapa insiden yang disoroti antara lain penusukan fatal terhadap turis Belanda pada 23 Maret di Kuta Utara, kasus penculikan dan pelecehan seksual terhadap warga negara China oleh pengemudi ojek di wilayah yang sama, serta dua kasus pelecehan seksual di Seminyak dan Canggu yang melibatkan staf hotel dan petugas keamanan terhadap wisatawan China dan Australia.

Wisatawan Negeri Ginseng diminta untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama pada malam hari, menggunakan transportasi resmi, serta segera melapor ke kepolisian Indonesia jika mengalami tindakan kriminal.

Kedutaan juga menyarankan wisatawan asing untuk segera menghubungi aparat setempat dan meminta bantuan konsuler apabila diperlukan.

Selain itu, mereka menekankan pentingnya mematuhi langkah-langkah keselamatan dasar, seperti menghindari transportasi yang tidak dikenal dan memastikan keamanan akomodasi.

RESPONS PEMDA DI TENGAH PERINGATAN

Gubernur Bali Wayan Koster juga mengakui adanya peningkatan gangguan keamanan seiring perkembangan pariwisata.

“Soal keamanan juga ada gangguan. Belakangan ini ada yang terbunuh, ada juga yang mencuri, segala macam. Nah, ini harus diatasi juga,” kata Koster. 

Ia menambahkan pihaknya telah berkoordinasi dengan kepolisian untuk memastikan pelaku kejahatan diproses secara tegas sesuai hukum yang berlaku.

Terpisah, Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Bali I Wayan Sumarajaya menilai, travel warning Korsel merupakan bentuk pertanggungjawaban setiap perwakilan negara saat berada di luar negeri.

"Hal biasa seperti ini. Mereka membuat peringatan sebagai antisipasi agar warga negaranya selalu hati-hati. Itu merupakan tanggung jawab perwakilan negara terhadap warganya," ucap Sumarajaya kepada detikBali. 

Dispar akan meningkatkan koordinasi dengan aparat keamanan agar tercipta suasana yang lebih kondusif.

"Kami akan segera berkoordinasi dengan pihak keamanan, agar bersama-sama selalu menjaga keamanan dan kenyamanan wisatawan selama berada di Bali," pungkasnya. 

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: Others/ew(ar)

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan