Skip to main content
Iklan

Indonesia

Aturan baru Gubernur Dedi Mulyadi, larang siswa bawa motor dan hp ke sekolah

Larangan mengendarai motor juga berlaku bagi siswa SMA yang belum memenuhi syarat usia dan tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM).

Aturan baru Gubernur Dedi Mulyadi, larang siswa bawa motor dan hp ke sekolah
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menghadiri acara silaturahmi Keluarga Paguyuban Pasundan di Gedung Paguyuban Pasundan, Jalan Sumatera, Kota Bandung, Sabtu (12/4/2025). (Dokumentasi Biro Adpim Jabar)
05 May 2025 10:13AM (Diperbarui: 05 May 2025 10:17AM)

BANDUNG: Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi kembali mengeluarkan gebrakan terbaru di dunia pendidikan.

Terhitung mulai 2 Mei, seluruh siswa Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Jawa Barat dilarang membawa sepeda motor dan telepon genggam (HP) ke sekolah.

Kebijakan ini diumumkan langsung oleh Gubernur yang akrab dipanggil KDM itu seusai memimpin upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional tingkat provinsi di Lapangan Kujang Rindam III/Siliwangi, Bandung.

“Mulai hari ini, anak-anak SD dan SMP tidak boleh lagi membawa motor dan HP ke sekolah,” tegasnya dilansir Kompas.com.

Larangan mengendarai motor juga berlaku bagi siswa SMA yang belum memenuhi syarat usia dan tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM).

Dedi menegaskan bahwa kebijakan ini dilandaskan pada Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

“Anak SMA yang belum cukup umur juga tidak boleh bawa motor. Aturannya sudah jelas, tapi selama ini penegakannya lemah karena ada keraguan di lapangan,” ujarnya.

GADGET DINILAI GANGGU KONSENTRASI BELAJAR

Menurut Dedi, HP lebih banyak membawa dampak negatif di lingkungan sekolah. Notifikasi media sosial, permainan, dan akses tak terbatas ke internet kerap mengganggu konsentrasi siswa saat belajar di kelas.

“Kita ingin anak-anak belajar dengan fokus, tanpa distraksi dari HP. Sekolah bukan tempat untuk scrolling medsos,” kata gubernur berusia 54 tahun itu.

Larangan ini menjadi bagian dari rangkaian reformasi pendidikan yang telah digulirkan KDM sejak menjabat tiga bulan lalu. Sebelumnya, ia sudah melarang perayaan wisuda siswa dan kegiatan study tour yang dianggap tidak relevan.

Ia juga mendorong siswa membawa bekal makan sendiri hingga program Makan Bergizi Gratis diterapkan merata, serta menertibkan aksesori kendaraan pelajar yang tidak sesuai aturan.

Selain itu, siswa juga diajak untuk lebih aktif berjalan kaki dan mengikuti kegiatan olahraga rutin.

Tak hanya itu, Dedi sempat menuai perhatian dengan kebijakannya mengirim siswa bermasalah ke barak militer sebagai bentuk pendidikan karakter.

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: Others/ew

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan