Skip to main content
Iklan

Indonesia

Atap Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta ambruk akibat hujan deras, Angkasa Pura minta maaf

InJourney menyatakan insiden kebocoran di samping gate 7 menuju gate 8 berlangsung sekitar lima menit tanpa korban, area dilokalisasi dan segera diperbaiki.

Atap Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta ambruk akibat hujan deras, Angkasa Pura minta maaf

Atap area Boarding Lounge Gate 7 di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta jebol akibat hujan deras pada Senin (6/4/2026) siang. (X/@WeatherMonitors)

07 Apr 2026 09:39AM (Diperbarui: 07 Apr 2026 10:10AM)

JAKARTA: Video ambruknya atap di ruang tunggu (boarding lounge) keberangkatan internasional Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, viral di media sosial, diikuti permintaan maaf dan penjelasan dari pengelola bandara.

PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) langsung menyampaikan permintaan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi akibat kondisi cuaca ekstrem melalui akun Instagram atas insiden ambruknya atap. 

"Hujan dengan intensitas sangat lebat disertai potensi windshear berdampak pada operasional penerbangan, khususnya pada fase pendaratan," tulis InJourney Airports.

Manajemen berkomitmen untuk tetap memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh pengguna jasa bandara terbesar di Indonesia itu.

Insiden tersebut sebelumnya ramai diperbincangkan setelah video yang memperlihatkan sebagian atap terminal ambruk beredar luas. 

Dalam video tersebut terlihat bagian atap jatuh disertai air hujan yang tertampung, sementara sejumlah penumpang yang tampak terkejut bergegas berlari menyelamatkan diri menjauh dari lokasi.

Awalnya air menetes sedikit, tetapi kemudian bagian atap itu ambruk lebih parah.

Tidak ada korban dalam kejadian tersebut.

GANGGUAN SINGKAT, PERBAIKAN BUTUH DUA HARI

Asisten Deputi Komunikasi dan Legal Bandara Soekarno-Hatta, Yudistiawan, membenarkan kejadian tersebut dan menjelaskan lokasi kebocoran.

"Betul kejadian hari ini dan lokasi kebocorannya ada di samping gate 7 menuju gate 8 area keberangkatan internasional," kata Yudistiawan kepada Kompas.

Ia menyebut gangguan hanya terjadi di satu titik dan berlangsung singkat.

"Gangguan tersebut di satu titik atap dan berlangsung sekitar lima menit. Petugas operasional langsung menangani, membersihkan area terdampak, dan membatasi akses sehingga situasi cepat terkendali," ujarnya.

Menurutnya, area terdampak saat ini telah dilokalisasi dan membutuhkan waktu sekitar dua hari untuk perbaikan.

"Area tersebut saat ini sedang dilokalisasi, untuk dibetulkan. Dibutuhkan sekitar 2 hari untuk bisa digunakan lagi," katanya.

Meski gangguan terjadi di area terminal, dampak cuaca ekstrem juga dirasakan pada operasional penerbangan.

Berdasarkan data Airport Operation Control Center (AOCC), tercatat 12 penerbangan dialihkan ke bandara lain (divert), 14 penerbangan melakukan holding, 13 penerbangan melakukan go-around, dan satu penerbangan kembali ke apron (return to apron/RTA).

Sementara itu, fasilitas sisi udara seperti runway, taxiway, dan apron tetap dalam kondisi baik dan dapat digunakan secara normal tanpa gangguan genangan air.

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: Others/ew

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan