ASN pusat dapat insentif dan promosi jabatan jika mau pindah ke IKN
ASN pionir yang pertama sekali pindah ke IKN akan diberi Tunjangan Pionir oleh pemerintah.
JAKARTA: Pemerintah berencana menggelontorkan insentif kepada aparatur sipil negara (ASN) yang mau pindah ke Ibu Kota Nusantara (IKN).
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPANRB) Abdullah Azwar Anas menyampaikan ASN yang bersedia jadi pionir itu juga akan diprioritaskan untuk naik jabatan.
"Memang ada sistem reward di sana, mulai dari insentif sampai terkait yang lain-lain. Nanti akan kita rumuskan," ucapnya kepada Kompas.com.
Kementerian sejauh ini belum dapat memberikan penjelasan lebih rinci karena masih dalam penyusunan.
Sekretaris Kementerian PANRB Rini Widyantini dikutip CNBC Indonesia, Kamis (13 Juni), mengatakan pemerintah masih terus menggodok skema terbaik.
Rincian insentif itu rencananya akan diumumkan dalam sidang kabinet Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendatang.
"Pak menteri waktu itu mengatakan bahwa ini akan dibahas di dalam sidang kabinet, jadi kita masih menunggu jadwal sidang kabinet itu," katanya usai Rapat Kerja (Raker) Bersama Komisi II DPR RI di Senayan, Jakarta
Untuk jumlah ASN pionir yang diproyeksikan pindah pada bulan September sejauh ini belum diketahui jumlahnya.
Rini menjelaskan jumlah pastinya akan disesuaikan dengan jumlah infrastruktur hunian dan kantor yang sudah selesai dibangun.
"Ya kemarin sebagaimana disampaikan oleh pak menteri kan karena nanti Agustus masih digunakan untuk 17 Agustus, kemungkinan besar sekitar awal September sudah ada pemindahan. Makanya pemindahannya menunggu infrastruktur ya kan, makanya kita akan hitung lagi infrastruktur berapa yang sudah tersedia," jelasnya.
Yang pasti kepindahan ASN ini, lanjut Rini, akan ditanggung oleh pemerintah termasuk biaya keluarga inti dan asisten rumah tangga.
Pembiayaan ini merupakan bagian dari tunjangan khusus bernama Tunjangan Pionir yang sudah disiapkan pemerintah.
ASN pionir juga akan diberi fasilitas satu unit apartemen hunian dengan prioritas untuk yang sudah berkeluarga.
Bagi yang belum berkeluarga, akan menghuni sharing unit pada tahap awal.
Plt Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) dalam kesempatan terpisah mengutarakan akan ada Sebanyak 60.000 ASN yang dipetakan dan diuji dengan menggunakan computer assisted test (CAT).
Dapatkan informasi menarik lainnya dengan bergabung di WhatsApp Channel CNA.id dengan klik tautan ini.