Skip to main content
Iklan

Indonesia

Gubernur Kepri Ansar Ahmad wajibkan ASN lantunkan selawat busyro setelah Indonesia Raya

Politisi Golkar ini mendeklarasikan Kepulauan Riau sebagai “provinsi berselawat” 

Gubernur Kepri Ansar Ahmad wajibkan ASN lantunkan selawat busyro setelah Indonesia Raya
Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad (Golkarpedia)

TANJUNG PINANG: Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Ansar Ahmad menginstruksikan seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan pemerintah provinsi untuk membaca selawat busyro setiap pagi setelah menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Selawat ini, yang disebut memiliki ijazah langsung dari Rasulullah SAW, diyakini membawa busyro atau kabar baik bagi siapa pun yang rutin mengamalkannya.

“Seluruh ASN wajib mengumandangkan selawat busyro setiap harinya pada pukul 10.00 WIB atau setelah lagu Indonesia Raya,” ucap Ansar Ahmad, dikutip Antara, Senin (17/11).

Kewajiban tersebut tercantum dalam Surat Edaran (SE) Gubernur Kepri yang mengatur pemutaran dan pembacaan selawat busyro di seluruh kantor organisasi perangkat daerah (OPD) di bawah Pemerintah Provinsi Kepri.

Dalam SE tersebut juga diatur sikap para ASN, yaitu wajib berdiri tegak atau sikap sempurna di tempat masing-masing ketika lagu Indonesia Raya diperdengarkan, dan kemudian duduk ketika dilantunkan selawat busyro.  

PROVINSI BERSELAWAT UNTUK BANGUN AKHLAK DAN KEIMANAN

Ansar menegaskan, kebijakan ini sejalan dengan langkahnya menjadikan Kepulauan Riau sebagai “provinsi berselawat” — daerah yang menjadikan selawat sebagai bagian dari identitas religius dan moral masyarakat.

“Kita sudah menetapkan Kepri sebagai provinsi berselawat. Ini bentuk rasa cinta dan penghormatan kepada junjungan Nabi Muhammad SAW,” jelasnya.

Menurut Ansar, pembiasaan berselawat di lingkungan pemerintahan diharapkan membawa rahmat dan keberkahan dalam setiap aspek pembangunan daerah. Selain memperkuat spiritualitas ASN, kebiasaan ini juga diharapkan menumbuhkan semangat berakhlak dan beriman dalam bekerja serta melayani publik.

“Kebiasaan ini bertujuan membangun akhlak dan keimanan para pegawai ASN maupun umat Muslim,” tambahnya.

Sementara itu, Habib Segaf bin Hasan Baharun, tokoh agama sekaligus putra dari pendiri Pondok Pesantren Darullughah Wadda’wah (Dalwa) Pasuruan, memberikan apresiasi terhadap kebijakan tersebut. Menurutnya, inisiatif Gubernur Ansar adalah langkah nyata dalam membangun spiritualitas umat melalui pembiasaan selawat.

“Sebuah amalan dilakukan melalui selawat, insyaallah pasti akan diterima. Mudah-mudahan Kepri ke depannya akan luar biasa,” ujar Habib Segaf kepada detikNews.

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: Others/ew/da

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan