Kabut asap karhutla perburuk kualitas udara sejumlah kota, dari Pekanbaru hingga Pontianak
Muncul opsi penyesuaian kegiatan belajar mengajar di daerah terdampak karhutla.
Seorang petugas pengendalian kebakaran hutan dan lahan menyemprotkan air untuk memadamkan api di kawasan kebakaran hutan di Pulang Pisau, Provinsi Kalimantan Tengah, pada 12 Agustus 2026. (Foto: REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana)
JAKARTA: Kualitas udara di sejumlah kota di Indonesia memburuk akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla), seiring puncak musim kemarau yang diperparah fenomena El Nino. Pekanbaru sempat mencatat kualitas udara kategori sangat tidak sehat, Palembang mendekati level serupa, sementara Pontianak mencatat indeks kualitas udara (AQI) 193.
Tidak hanya itu, asap dari titik panas di Kalimantan juga terpantau bergerak melintasi perbatasan hingga Sarawak, Malaysia.
Media Indonesia melaporkan, di Pekanbaru, Riau, kabut asap membuat kualitas udara merosot hingga kategori sangat tidak sehat pada Rabu (12/8/2026) dini hari.
Data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan konsentrasi partikel di udara mencapai 199,6 mikrogram per meter kubik sekitar pukul 01.00 WIB. Kondisi berangsur membaik pada pagi hari, tetapi pada pukul 07.00 WIB masih berada dalam kategori tidak sehat dengan konsentrasi partikulat 57 mikrogram per meter kubik.
Sedangkan kabut asap di Pekanbaru pada Selasa malam dilaporkan cukup pekat dan mulai berbau. Jarak pandang membaik pada Rabu pagi dan aktivitas masyarakat masih berlangsung normal. Kebakaran, antara lain, terjadi di Kelurahan Pandau Jaya, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, yang berada dekat dengan Pekanbaru.
Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Sumatra Ferdian Krisnanto mengatakan, kebakaran di Pandau Jaya telah berhasil dipadamkan tim gabungan Manggala Agni, TNI, Polri, dan perangkat desa. Namun, penanganan masih berlangsung di lokasi lain.
“Yang masih on process, yang perlu penanganan terus Pematang Pudu yang sisi Buluh Apo dan Sungai Guntung,” kata Ferdian. Ia menegaskan operasi darat dan helikopter water bombing akan dilanjutkan.
“Kami akan terus melanjutkan pemadaman sampai benar-benar padam total dan tuntas.”
Kondisi serupa terjadi di Palembang, Sumatera Selatan. Kabut asap terlihat pekat pada Rabu pagi dengan jarak pandang sekitar satu kilometer, meski kegiatan sekolah dan aktivitas perkantoran masih berjalan.
Seorang nelayan di Jakabaring, Munir, mengatakan, asap semakin terasa dalam sepekan terakhir dan dikhawatirkan mengganggu kegiatan masyarakat apabila terus memburuk.
“Sekarang, asap karhutla pelan-pelan mulai menutupi Palembang. Saya harap karhutla bisa tertangani dengan baik agar asap tidak semakin pekat. Sebab, kalau asap sudah semakin parah, dampaknya bisa mengganggu aktivitas masyarakat,” tutur Munir dikutip dari Kompas.id, Kamis (13/8).
Data BMKG menunjukkan, konsentrasi PM2.5 di Stasiun Musi 2 Palembang mencapai 144,4 mikrogram per meter kubik pada Rabu pukul 08.00 WIB, mendekati kategori sangat tidak sehat.
Pemantauan IQAir juga menunjukkan kualitas udara Palembang dan sekitarnya terus memburuk sejak Juni dan memasuki Agustus berada pada kisaran PM2.5 55,5-150,4 mikrogram per meter kubik atau kategori tidak sehat.
Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumsel Wandayantolis menuturkan, peningkatan konsentrasi PM2.5 kemungkinan besar berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan.
“Melihat kondisi yang terjadi akhir-akhir ini, meningkatnya konsentrasi partikulat PM2.5 di Palembang kemungkinan besar dipengaruhi oleh asap karhutla. Kalau melihat arah angin, bisa jadi sumber asapnya berasal dari karhutla yang terjadi di sebelah timur-timur laut Palembang,” katanya.
Menurut Wandayantolis, kualitas udara Palembang umumnya berada dalam kategori tidak sehat sejak tengah malam atau dini hari hingga sekitar pukul 08.00-09.00 WIB, kemudian berangsur membaik menjadi kategori sedang.
Salah satu penyebabnya adalah berkurangnya aktivitas pemadaman pada malam hari, termasuk tidak adanya operasi helikopter water bombing. Angin yang menguat juga membuat asap lebih cepat menyebar ke wilayah lain.
Dampak asap karhutla juga terlihat di Kalimantan dan telah mencapai wilayah Malaysia. Pusat Meteorologi Khusus ASEAN (ASMC) melaporkan, kepulan asap dari titik panas di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah bergerak ke utara menuju Sarawak bagian barat.
Mengutip laporan Detik, berdasarkan pantauan citra satelit, asap karhutla terpantau menyeberang ke wilayah Malaysia yang berbatasan dengan Kalimantan Barat pada 4 serta 6-9 Agustus 2026.
Di Indonesia, Pontianak menjadi salah satu kota dengan kualitas udara terburuk. BNPB menyebut, pada 9 Agustus sejumlah wilayah mencatat kualitas udara mulai dari tidak sehat bagi kelompok sensitif hingga sangat tidak sehat. Nilai AQI tertinggi tercatat di Pontianak, Kalimantan Barat, sebesar 193.
Sementara itu, sembilan wilayah di Sarawak mencatat indeks polusi udara (API) dalam kategori tidak sehat. Serian mencatat API tertinggi sebesar 180, diikuti Samarahan 163, Kuching 162, Sibu 158, Mukah 156, Sarikei 154, Sri Aman 153, Bintulu 147, dan Samalaju 142.
Johan Setia di Selangor juga berada dalam kategori tidak sehat dengan API 153. Dalam klasifikasi Malaysia, API 101-200 termasuk kategori tidak sehat.
Kondisi kering diperkirakan masih berlangsung di sebagian besar kawasan ASEAN bagian selatan dan meningkatkan risiko kabut asap lintas batas. BNPB menyatakan, peralihan musim menyebabkan angin dominan bergerak dari tenggara ke barat, yang berpotensi membawa asap dari Indonesia menuju Malaysia.
DAMPAK KESEHATAN
Di Sumatera Selatan, otoritas kesehatan meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan karena paparan asap dapat memicu iritasi mata, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), hingga diare.
Masyarakat disarankan memakai masker ketika berada di luar ruangan, memperbanyak minum air putih, menjaga kebersihan tubuh, serta mengurangi aktivitas luar ruang apabila kualitas udara memburuk hingga kategori sangat tidak sehat atau berbahaya.
Epidemiolog Dinas Kesehatan Sumsel Murni mengatakan, pemerintah dapat mengambil langkah lebih jauh apabila kondisi udara terus memburuk. “Kalau kualitas udara semakin memburuk, pemerintah akan meningkatkan langkah perlindungan masyarakat, seperti mempertimbangkan meliburkan sekolah,” kata Murni, yang juga menjadi Penanggung Jawab Program ISPA dan Pneumonia Dinkes Sumsel.
Pemerintah pusat juga membuka opsi penyesuaian kegiatan belajar mengajar di wilayah terdampak karhutla. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan, keputusan tersebut bersifat situasional dan disesuaikan dengan kondisi masing-masing daerah, bukan kebijakan peliburan sekolah secara nasional.
“Bilamana dirasa di lapangan untuk disesuaikan, ya, kita tidak ada masalah untuk disesuaikan dengan kondisi di daerah masing-masing,” katanya di Jakarta, Rabu, dikutip dari Bisnis Indonesia.
Menurut Prasetyo, penyesuaian serupa dapat diterapkan pada fasilitas atau aktivitas masyarakat lainnya. Pemerintah pusat juga telah berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan proses penanganan karhutla tidak terkendala persoalan administratif maupun logistik.
Upaya pemadaman selama ini menghadapi tantangan karena kebakaran mulai terjadi di kawasan gambut luas di Sumatera Selatan, antara lain, Ogan Komering Ilir, Muara Enim, Banyuasin, dan Musi Banyuasin.
Kebakaran gambut cenderung membutuhkan waktu lama untuk dipadamkan, sementara akses menuju lokasi sulit dan sumber air di sejumlah tempat mulai sulit dijangkau atau mengering.
Di Riau, Koordinator Jaringan Kerja Penyelamat Hutan Riau (Jikalahari) Okto Yugo Setiyo meminta pemerintah memberi perhatian pada masyarakat yang terdampak kabut asap. “Pemprov harus mulai fokus penyelamatan dan evakuasi masyarakat dari dampak kebakaran hutan dan lahan,” katanya.
Menurut dia, perlindungan perlu mencakup pelayanan kesehatan, air bersih dan sanitasi, pendidikan, tempat penampungan, serta penanganan kelompok rentan seperti bayi, anak-anak, ibu hamil atau menyusui, penyandang disabilitas, lansia, dan kelompok masyarakat marjinal.
Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.