Skip to main content
Iklan

Indonesia

Jelang lebaran, Menhub minta mudik lebih awal dan tidak gunakan sepeda motor

Pemerintah memprediksi puncak arus mudik Hari Raya Idul Fitri 1445 H akan terjadi pada 5-7 April 2024, sementara puncak arus balik diperkirakan pada 14-15 April 2024.

Jelang lebaran, Menhub minta mudik lebih awal dan tidak gunakan sepeda motor
Pemandangan kemacetan di gerbang tol di Kabupaten Karawang saat masyarakat kembali ke kampung halaman untuk merayakan Idul Fitri atau yang dikenal dengan 'Mudik' pada 28 April 2022. Gambar diambil dengan menggunakan drone. (Reuters/Yuddy Cahya Budiman)
25 Mar 2024 04:20PM (Diperbarui: 04 Apr 2024 04:05PM)

JAKARTA: Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menyerukan kepada masyarakat untuk memulai perjalanan mudik Lebaran 2024 lebih awal.

Langkah ini diambil sebagai antisipasi terhadap kemungkinan kepadatan lalu lintas.

"Terkait dengan puncak mudik yang telah disampaikan oleh Pak Menko PMK dimulai dari H-4, namun pada hari ke-4, 3, 2, 1, jumlah masyarakat yang melakukan mudik akan sangat tinggi," ungkap Budi kepada Kumparan setelah menghadiri Rapat Koordinasi Lintas Sektor Operasi Ketupat 2024 di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Senin (25 Maret).

"Oleh karena itu, kami mengimbau agar sebagian anak-anak yang sudah mulai libur dapat memulai perjalanan mudik lebih awal," tambahnya.

Pemerintah memprediksi puncak arus mudik Hari Raya Idul Fitri 1445 H akan terjadi pada tanggal 5-7 April 2024, sementara puncak arus balik diperkirakan akan terjadi pada tanggal 14-15 April 2024.

Jumlah pemudik tahun ini diperkirakan mencapai 193,6 juta orang, meningkat sekitar 60 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 123,8 juta orang.

Menhub juga menyarankan kepada masyarakat untuk tidak melakukan mudik menggunakan sepeda motor.

Masyarakat, kata menteri berusia 67 tahun itu dapat memanfaatkan program mudik gratis yang diselenggarakan oleh beberapa kementerian dan lembaga.

"Kami mengimbau agar tidak melakukan mudik dengan menggunakan sepeda motor, karena hal itu sangat berbahaya. Terlebih lagi, Polri, BUMN, dan TNI telah menyediakan banyak program mudik gratis, mari gunakan dengan bijak," pungkasnya.

Ketua Umum Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Tory Damantoro menekankan jika tidak ada pembagian seimbang dalam perjalanan mudik dan balik, pemudik dikhawatirkan tidak akan tertampung oleh kapasitas jalan yang ada.

Ini disebabkan oleh ketidakseimbangan antara kapasitas infrastruktur jalan yang tersedia dengan jumlah pengguna pada saat puncak arus lalu lintas terjadi

"Kami telah mendorong hal ini sejak dua tahun lalu. Pemerintah telah melakukannya pada masa mudik 2023, dengan membagi jadwal libur agar tidak berbarengan," ucap Tory.

Source: Others/ew

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan