'Rakyat sudah muak': Dari Reza Rahadian hingga Joko Anwar, sederet seniman padati demo tolak RUU Pilkada
Aksi ini merupakan upaya menyuarakan penolakan rakyat terhadap hasil rapat Panja Baleg DPR RI yang dinilai bertentangan dengan putusan Mahkamah Konstitusi tentang penyelenggaraan Pilkada.
Gedung MPR/DPR/DPD RI di Senayan, Jakarta (iStock/Simon Roughneen)
Sejumlah artis, seniman, komedian hingga sineas terlihat hadir memadati aksi demontrasi di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) di kawasan Senayan, Jakarta, hari ini, Kamis (22/8). Aksi ini merupakan bentuk aksi solidaritas menolak pengesahan Revisi Undang-Undang (RUU) Pilkada.
Aksi ini merupakan upaya menyuarakan penolakan rakyat terhadap hasil rapat Panitia Kerja Badan Legislasi (Panja Baleg) DPR RI pada Rabu (21/8) yang dinilai bertentangan dengan putusan Mahkamah Konstitusi sehari sebelumnya, Selasa (20/8).
Rapat Panja Baleg DPR mempercepat pembahasan revisi UU Pilkada setelah Mahkamah Konstitusi (MK) mengeluarkan putusan mengenai penghitungan batas usia pencalonan kepala daerah serta ambang batas kursi DPRD bagi partai politik agar dapat mengajukan calon kepala daerah.
Mengabaikan keputusan MK, rapat Panja Baleg DPR merujuk pada putusan Mahkamah Agung (MA) terkait RUU Pilkada. Hal ini dinilai memuluskan langkah putra bungsu Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep, untuk ikut berlaga di Pilkada Jawa Tengah. '
Keputusan DPR ini pun memicu reaksi masyarakat, termasuk para artis dan seniman, untuk turut bergabung turun ke jalan dalam aksi solidaritas di depan Gedung DPR.
Terlihat dari video yang diunggah Kumparan, ada Bintang Emon, Cing Abdel, Abdur Asryad, Yuda Keling, Rigen, dan Arie Keriting hadir dalam aksi tersebut.
Mereka membawa poster bertuliskan Agak Laen berwarna merah, juga ikut bernyanyi ketika lagu Indonesia Raya yang dikumandangkan massa demo.
Selain itu, dalam video yang diunggah Medcom, terlihat sutradara Joko Anwar turut hadir dalam aksi tersebut.
"Saya sebagai warga sipil saja sebenarnya. Meskipun saya tidak cukup sering bersuara tentang tata negara dan pemerintahan, secara hati nurani kita bisa merasakan ini sudah sangat kelewatan, para penguasa sudah sangat vulgar sekali dalam menggunakan perkakas hukum untuk melenggangkan apa yang mereka mau," ungkap Joko Anwar.
"Selama ini kita sudah menyuarakan melalui sosial media, namun sepertinya tidak cukup. Butuh ada aksi perkumpulan seluruh elemen masyarakat untuk bisa menunjukkan rakyat masih ada dan penguasa tidak bisa dengan seenaknya berbuat sesuka mereka," tuturnya.
"Rakyat sudah sangat muak. Saya mewakili warga sipil yang sudah muak," ucap Joko Anwar sembari mengungkapkan rekan-rekan sesama sineas yang ia kenal akan ikut dalam aksi solidaritas tersebut.
Sementara, aktor Reza Rahadian juga terlihat ikut turun ke jalan mendukung aksi demonstrasi hari ini.
"Menyedihkan, melihat cara-cara seperti ini. Saya tidak bisa duduk tenang di rumah," ujar Reza, dikutip dari Kumparan.
Dari pantauan di media sosial, musisi Ananda Badudu, hingga penulis Okky Madasari turut meramaikan aksi ini.
"Beli dulu persiapan besok," cuit Ananda Badudu, diikuti dengan cuitan terbaru ketika masker goggles itu sudah tiba di tangannya, "Oke gas oke gas."
Sedangkan, Okky Madasari menulis puisi yang diunggah ke media sosialnya.
"Peringatan Darurat. Buk, negara kita darurat/ dipimpin penjahat/ yang terbahak-bahak/ melihat aturan diacak-acak/ dikuasai pengkhianat/ yang tetap tidur nyenyak/ saat rakyat berteriak-teriak," bunyi puisi Okky Madasari yang menyertai unggahan Peringatan Darurat itu.
"Buk, aku pamit/ turun ke jalan/ sampai menang."
PERINGATAN DARURAT
Selain itu, pada Rabu (21/8), sejumlah artis turut mengunggah foto tangkapan layar siaran "Peringatan Darurat" di media sosial masing-masing.
Vokalis Barasuara, Iga Massardi, juga mengunggah foto yang sama sambil menyindir orang-orang yang berkuasa dalam bentuk puisi.
"Punya orang tua berkuasa, merasa bebas menganiaya. Menganiaya apa?" tulisnya di Instagram.
"Diacak-acak terang-terangan," tulis Fiersa Besari.
"Yang bilang 'Eh kenapa lo ikut2an? Itu kan pilihan elo' mending tutup mulut. Kita butuh sebanyak2nya pasukan," cuit komika Pandji Pragiwaksono.
"Orang mau merapatkan barisan kok malah didorong menjauh? Mau menangin Bangsa atau mau menangin ego?," pungkas Pandji.
Dapatkan informasi menarik lainnya dengan bergabung di WhatsApp Channel CNA.id dengan klik tautan ini.