Apple komitmen bangun pabrik senilai Rp16 triliun di Batam, buka 2.000 lapangan kerja
Apple akan membangun pabrik vendor airtag di Batam, Kepri. (apple.com)
JAKARTA: Setelah melalui drama panjang, akhirnya Apple berkomitmen untuk membangun pabrik vendor Airtag di Batam, Kepulauan Riau, dengan nilai investasi Rp16 triliun. Pabrik ini juga berpotensi membuka ribuan lapangan kerja.
Hal ini disampaikan oleh Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosal Roeslani usai bertemu Vice President of Global Policy Apple Nick Amman, di Jakarta, Selasa (7/1).
"Mereka bicara dan berkomitmen penuh untuk pembangunan tahap pertama vendor AirTag itu 1 miliar dolar AS (Rp16 triliun)," kata Rosan seperti dikutip dari Antara.
Rosan mengatakan pembangunan pabrik vendor Airtag di Batam itu akan rampung pada awal 2026 mendatang. Komitmen investasi Apple ini diperkirakan bisa menciptakan lapangan kerja bagi sekitar 2.000 orang.
Investasi di Indonesia ini diawali pelarangan penjualan iPhone 16 di akhir tahun lalu karena Apple belum memenuhi aturan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Apple akhirnya menjanjikan tawaran investasi di Indonesia pada November US$10 juta demi mendapatkan izin penjualan produk mereka.
Namun besaran investasi itu dinilai terlalu kecil jika dibandingkan nilai penjualan Apple yang besar di negara ini.
Apple disebut hanya punya satu pabrik di Indonesia, itu pun hanya membuat busa untuk Airpod Max. Pemerintah membandingkan dengan Vietnam yang memiliki 35 pabrik Apple dengan nilai investasi fantastis, terbanyak di Asia Tenggara.
Akhirnya Apple luluh dan meningkatkan tawaran investasi hingga 100 kali lipat menjadi US$1 miliar pada awal Desember lalu.
Rosan mengatakan investasi Apple ini hanya tahap pertama. Apple, kata dia, telah berjanji akan mengundang vendor lainnya ke Indonesia sehingga nilai investasi akan terus meningkat.
"Kita kawal lah investasinya seperti biasa, yang penting komitmennya sudah ada," kata Rosan.