Apa penyebab Rupiah ambruk? Hampir dekati level terburuk sejak krisis moneter 1998
Ketika krismon mengguncang, rupiah anjlok ke level terendah dalam sejarah yaitu Rp16.800 per dolar AS.
JAKARTA: Nilai tukar rupiah terus mengalami tekanan dan mendekati level saat krisis moneter 1998.
Pada Selasa (25/3), rupiah sempat anjlok hingga Rp16.640 per dolar AS, turun 0,5 persen dalam sehari, berdasarkan data Reuters.
Angka ini melampaui level terburuk saat saat pandemi COVID-19 pada 23 Maret 2020, yakni Rp16.620 per dolar AS dalam perdagangan intraday.
Pada penutupan perdagangan hari ini, rupiah berada di level Rp16.590 per dolar AS.
Ketika krisis moneter 1998 mengguncang, rupiah tercatat melemah hingga Rp16.800 per dolar AS.
Saat ini, tekanan terhadap rupiah dipicu oleh meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap stabilitas fiskal Indonesia.
Sejauh ini, rupiah telah melemah lebih dari 3 persen sepanjang 2024, menjadikannya salah satu mata uang pasar berkembang dengan kinerja terburuk secara global.
Pasar mencermati sejumlah faktor yang memicu pelemahan rupiah, termasuk rencana belanja populis pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), usulan pengawasan BUMN oleh Danantara, serta perluasan peran militer dalam masyarakat sipil melalui revisi UU TNI.
Selain itu, tingginya permintaan domestik untuk repatriasi dana dan kewajiban pembayaran lainnya turut menekan nilai tukar.
Kekhawatiran investor semakin meningkat pekan lalu setelah muncul rumor mengenai pengunduran diri Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, yang dikenal sebagai figur kunci dalam menjaga disiplin fiskal.
"Kinerja buruk rupiah sebagian besar disebabkan oleh faktor fundamental yang melemah, termasuk kekhawatiran fiskal, defisit transaksi berjalan yang tak terduga, perlambatan ekonomi, dan ekspektasi bahwa Bank Indonesia mungkin harus segera melonggarkan kebijakan," urai Christopher Wong, analis mata uang di OCBC dikutip dari Kontan.
Meski rupiah melemah ke level terendah sejak pandemi, Bank Indonesia (BI) menegaskan bahwa dalam lima tahun terakhir, kinerja rupiah masih lebih baik dibandingkan beberapa mata uang Asia lainnya.
Pelemahan rupiah juga terjadi bersamaan dengan tren penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), yang semakin menambah kekhawatiran akan potensi keluarnya dana investor dari pasar Indonesia.
Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.