Apa itu susu ikan? Disebut alternatif pengganti susu sapi untuk Makan Bergizi Gratis
Susu ikan merupakan produk inovasi anak bangsa oleh UKM Berikan Bahari Indonesia di Indramayu, Jawa Barat.
JAKARTA: Pemerintah tengah mempertimbangkan penggunaan susu ikan sebagai alternatif pengganti susu sapi untuk program Makan Bergizi Gratis pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming.
Langkah ini diambil karena pasokan susu sapi di Indonesia belum mampu mencukupi kebutuhan untuk menjangkau 82,9 juta orang, termasuk anak-anak sekolah dan ibu hamil.
Data dari Kementerian Pertanian menunjukkan bahwa kebutuhan susu di Indonesia saat ini mencapai 4,3 juta ton per tahun, namun produksi susu dalam negeri hanya mampu memenuhi sekitar 22,7 persen dari kebutuhan nasional, sementara sisanya masih harus diimpor.
Direktur Utama Holding Pangan ID FOOD, Sis Apik Wijayanto, dikutip Kumparan, Senin (9/9), menjelaskan bahwa pengadaan susu dari peternakan sapi perah terintegrasi atau mega farm membutuhkan waktu dua hingga tiga tahun.
Oleh karena itu, ID FOOD tengah mengkaji alternatif selain produk susu sapi, salah satunya adalah susu ikan.
INOVASI DALAM NEGERI
Mengutip Tirto, susu ikan mulai diperkenalkan tahun lalu oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama Kementerian Koperasi dan UKM sebagai bagian dari hilirisasi produk perikanan.
Inisiatif ini muncul karena Indonesia, meskipun kaya akan sumber daya, masih sering mengimpor produk luar negeri termasuk sapi dan produk susu.
Dengan potensi ikan yang melimpah, susu ikan dinilai bisa menjadi solusi alternatif.
Susu ikan bukanlah susu yang dihasilkan oleh ikan dalam arti harfiah, melainkan minuman berprotein tinggi berbahan dasar Hidrolisat Protein Ikan (HPI) yang diolah melalui teknologi modern.
HPI kemudian diolah lebih lanjut untuk menghasilkan minuman berprotein dengan nilai gizi yang tinggi, mirip dengan susu yang berasal dari hewan mamalia.
Penggunaan istilah ‘susu’ bertujuan menarik minat pasar karena identik dengan minuman bernutrisi.
Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, menyatakan bahwa susu ikan merupakan inovasi karya anak bangsa dari UMKM binaan kementeriannya, Berikan Bahari Indonesia, di Indramayu.
Produk ini memiliki banyak keunggulan, antara lain kandungan Eicosapentaenoic Acid (EPA), Docosahexaenoic Acid (DHA), dan Omega-3 yang tinggi, bebas alergen, mudah dicerna dengan tingkat penyerapan protein mencapai 96 persen, serta diproduksi dari ikan lokal.
Kandungan EPA dan DHA dalam susu ikan sangat bermanfaat untuk kesehatan, termasuk mendukung fungsi kardiovaskular, mencegah peradangan, serta penting untuk perkembangan janin dan fungsi kognitif anak.
Susu ikan ini bisa dikonsumsi oleh semua kalangan dari anak-anak hingga dewasa, dan tersedia dalam berbagai rasa seperti cokelat dan stroberi tanpa rasa amis.
CEO Berikan Protein Initiative, Maqbulatin Nuha, menjelaskan bahwa kandungan nutrisi satu gelas susu ikan setara dengan dua gelas susu sapi.
Susu ikan dinilai dapat menurunkan angka stunting yang menjadi tujuan utama program Makan Bergizi Gratis.
Dapatkan informasi menarik lainnya dengan bergabung di WhatsApp Channel CNA.id dengan klik tautan ini