Skip to main content
Iklan

Indonesia

Anggota TNI tewas diduga bunuh diri tembak kepala di Bali

BALI: Seorang anggota TNI ditemukan tewas di bengkel senjata tempatnya bertugas di Buleleng, Bali. Diduga, dia bunuh diri dengan menembak kepalanya sendiri dengan pistol di tempat tersebut.

Dikutip dari Nusabali, Jumat (28/2), angota TNI berinisial INS berusia 48 tahun itu bertugas di Detasemen Peralatan (Denpal) IX/3 Singaraja di bawah Komando Daerah Militer (Kodam) IX/Udayana di Banyuning, Buleleng.

Kematian INS terjadi pada Rabu lalu (26/2) di saat korban bertugas melakukan pengecekan di bengkel senjata bersama rekan-rekannya.  

Saat istirahat, rekan korban mendengar letusan senjata dan mendapati INS telah meninggal dunia di dalam bengkel. Dia diduga bunuh diri dengan menembakkan pistol ke pelipis kanan.

Pistol yang diduga digunakan dalam peristiwa itu ditemukan tergeletak di pangkuan korban.

"Benar bahwa telah terjadi peristiwa diduga bunuh diri atas nama Serka INS (inisial), anggota Denpal IX/3 Singaraja Kodam IX/Udayana," kata Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) IX/Udayana, Kolonel Inf Agung Udayana saat dikonfirmasi, Kamis (27/2)

Agung mengatakan peristiwa ini masih diselidiki oleh tim investigasi. INS diketahui meninggalkan seorang istri.

“Dalam keseharian informasi dari rekan-rekannya maupun komandan satuan, yang bersangkutan adalah prajurit yang baik dan disiplin,” kata Agung.

Ini bukan kali pertama anggota TNI ditemukan tewas bunuh diri. Sebelumnya pada awal Januari lalu, anggota Kodim 1627 Rote Ndao, Pratu AT, ditemukan gantung diri di Kelurahan Mokdale, Kecamatan Lobalain, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT). 

Dikutip Detik, AT diduga nekat mengakhiri hidupnya karena tuntutan mahar orang tua pacarnya senilai Rp250 juta.

Di bulan yang sama, anggota TNI lainnya di Banyuasin, Sumatra Selatan, juga ditemukan gantung diri di salah satu mes perusahaan sawit. Anggota TNI tersebut bertugas di Kodim 0430 Banyuasin.

Jika kamu merasakan keinginan untuk mengakhiri hidup, cari bantuan dengan menghubungi:

Call Center 24 jam Halo Kemenkes 1500-567

Kemenkes juga menyediakan 5 rujukan RS Jiwa dengan layanan telepon konseling:

RSJ Amino Gondohutomo Semarang: (024) 6722565
RSJ Marzoeki Mahdi Bogor: (0251) 8324024, 8324025, 8320467
RSJ Soeharto Heerdjan Jakarta: (021) 5682841
RSJ Prof Dr Soerojo Magelang: (0293) 363601
RSJ Radjiman Wediodiningrat Malang: (0341) 423444
Info lebih lanjut seputar bantuan kesehatan jiwa terdapat di artikel ini.

Source: CNA/da

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan