Gunung Semeru berstatus siaga, alat pantau di Stasiun Kopirejo Malang malah hilang dicuri
Di tengah status Level III, PVMBG tetap mengandalkan jaringan pemantauan lain setelah pencurian melumpuhkan instalasi sensor dan transmisi data di wilayah Malang.
MALANG: Pencurian peralatan pemantau Gunung Semeru terjadi saat gunung itu masih berstatus Siaga atau Level III, meski pengawasan aktivitas vulkanik disebut tetap berjalan dari pos lain.
Perangkat yang hilang berada di Stasiun Pemantauan Kopirejo, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang. Alat tersebut berfungsi sebagai sumber daya untuk sensor pemantauan dan sistem transmisi data Gunung Semeru.
Kasus ini diketahui setelah petugas mendapati tidak ada aktivitas pemantauan dari Pos Pantau Stasiun Kopirejo sejak 23 April 2026. Dari pemeriksaan di lapangan, pelaku disebut membawa puluhan komponen perangkat keras, mulai dari sumber daya listrik hingga instalasi pendukung.
Berdasarkan unggahan Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral di Instagram, barang yang hilang meliputi 12 solar panel, dua regulator solar panel, 12 accumulator atau aki, satu penangkap petir, satu set kabel grounding, stik grounding, power supply DC ke DC, serta satu set kabel.
Kepala Pos Pantau Gunung Api Semeru Lumajang Liswanto mengatakan pencurian diperkirakan terjadi pada 16 April. Ia menyebut laporan ke polisi sedang dilakukan.
“Peralatan diketahui mati, data tidak masuk. Saat ini laporan ke polisi sedang dilakukan,” ujarnya kepada Kompas, Jumat (24/4).
Akibat hilangnya perangkat tersebut, sistem pemantauan Gunung Semeru di wilayah Kopirejo tidak lagi terkoneksi. Meski begitu, Liswanto memastikan pemantauan aktivitas vulkanik secara keseluruhan tidak lumpuh.
PEMANTAUAN DILANJUTKAN DARI POS LAIN
Menurut Liswanto, pengawasan Gunung Semeru saat ini masih berjalan dengan mengandalkan peralatan dari pos pemantauan lain. Gunung Semeru memiliki 14 pos pemantauan yang tersebar di wilayah Lumajang dan Malang.
Ia juga menyebut pencurian ini bukan yang pertama. Sebelumnya, pada Agustus 2024, peralatan pemantau di Stasiun Klepu, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Malang, juga hilang dicuri. Saat itu, barang yang raib berupa baterai, solar panel, dan regulator.
Liswanto mengatakan dua lokasi yang pernah menjadi sasaran pencurian tersebut kini tidak lagi direkomendasikan untuk pemasangan perangkat serupa.
Sementara itu, berdasarkan laman magma.esdm.go.id, hingga Jumat pagi pukul 10.00 WIB belum terjadi erupsi di Gunung Semeru. Namun sehari sebelumnya, gunung tersebut tercatat mengalami sembilan kali erupsi dengan tinggi kolom abu maksimum 1.000 meter di atas puncak.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) merekomendasikan masyarakat tidak beraktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari pusat erupsi. Warga juga diminta tidak beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terdampak awan panas dan aliran lahar hingga 17 kilometer dari puncak.
Selain itu, masyarakat diimbau tidak beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah karena rawan lontaran batu pijar. Warga juga diminta mewaspadai potensi awan panas guguran, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak Semeru, terutama Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.
Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.