Aksi demonstrasi 411: Massa turun ke jalan tuntut proses hukum 'Fufufafa' dan Suswono
Diharapkan aksi ini berjalan damai tanpa adanya tindakan provokasi.
Ilustrasi personel polisi Indonesia mengamankan jalannya aksi demonstrasi. (Foto: iStock/Herwin Bahar)
Massa dari aliansi organisasi masyarakat (ormas) Islam, termasuk Front Persaudaraan Islam (FPI), akan melakukan aksi reuni bertajuk Aksi 411 pada hari ini, Senin (4/11).
Ada dua agenda besar dalam demonstrasi hari ini, yakni menuntut agar pemilik akun Kaskus 'Fufufafa' diproses hukum, begitu juga dengan Suswono, calon Wakil Gubernur Jakarta, yang dinilai merendahkan Nabi Muhammad SAW.
PROSES HUKUM 'FUFUFAFA'
Aksi demonstrasi menuntut 'Fufufafa' diproses hukum akan berpusat di Patung Kuda Monas dan Istana Negara, Jakarta Pusat.
Aksi ini akan dimulai pukul 13.00 WIB, setelah massa berkumpul di Masjid Istiqlal untuk melaksanakan salat Zuhur.
Aksi ini tidak hanya diikuti oleh FPI, melainkan juga sejumlah ormas Islam lain, seperti PERSADA 212, GNPF Ulama, serta berbagai organisasi dan komunitas dari Jabodetabek, aktivis, emak-emak, pemuda, dan mahasiswa.
"Bukan hanya FPI, ormas lain juga akan ikut serta," kata Kordinator Lapangan dan salah satu tokoh penggerak aksi ini, Buya Husein, menurut laporan CNN Indonesia.
KAWAL KASUS SUSWONO
Selain itu, massa juga akan menggelar aksi serupa di depan kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) di Jalan M.T. Haryono, Jakarta.
Di sana, aksi difokuskan pada tuntutan agar Suswono, calon Wakil Gubernur Jakarta nomor urut 1, dijatuhi hukuman atas ucapannya yang dinilai menghina Nabi Muhammad SAW dan istrinya, Khadijah.
David Darmawan, Ketua Ormas Betawi, mengungkapkan harapannya agar kasus ini diusut tuntas.
"Saatnya kita menuntut hukuman setimpal," ungkap David dalam pesan melalui WhatsApp kepada Tempo, Minggu (3/11).
David mengajak masyarakat untuk mengawal kasus ini hingga Suswono didiskualifikasi dari Pilkada Jakarta 2024.
Menurutnya, ucapannya saat menghadiri acara ormas Bang Japar di Jakarta Selatan pada 26 Oktober lalu telah menyinggung umat Islam.
"Guyonannya sangat melukai hati umat Islam dan masyarakat Betawi," ujar David, yang juga melaporkan Suswono ke Bawaslu pada 29 Oktober 2024.
Aksi di Bawaslu ini akan dimulai pukul 10.00 WIB, sebelum kelompok ini bergabung dalam aksi utama di Istana Negara.
HAMPIR 2.000 POLISI
Sebagai langkah pengamanan, Kepolisian Daerah Metro Jaya telah menurunkan 1.904 personel yang terdiri dari 1.704 personel Polda Metro Jaya, 100 personel Polres Metro Jakarta Pusat, serta 100 prajurit TNI, menurut laporan Antara.
Kepala Polres Jakarta Pusat, Komisaris Besar Susatyo Purnomo Condro, menyatakan bahwa para petugas keamanan akan bertindak persuasif dan humanis.
"Kami mengimbau massa aksi untuk tidak anarkis dan tetap menjaga ketertiban," tegas Susatyo.
Surat pemberitahuan aksi telah dikirimkan oleh FPI kepada kepolisian.
Pengacara Rizieq Shihab sekaligus anggota FPI, Aziz Yanuar, memastikan bahwa surat tersebut telah diterima oleh Polda Metro Jaya.
Diharapkan aksi ini berjalan damai tanpa adanya tindakan provokasi.
Peserta aksi juga diminta menghormati pengguna jalan di sekitar Patung Kuda Monas dan Istana Negara.
Perihal rekayasa lalu lintas, Kepala Polres Jakarta Pusat menuturkan hal itu akan diberlakukan situasional sesuai perkembangan di lapangan.
📢 Kuis CNA Memahami Asia, eksklusif di saluran WhatsApp CNA Indonesia, sudah dimulai. Ayo uji wawasanmu dan raih hadiah menariknya!
Jangan lupa, terus pantau saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk mendapatkan tautan kuisnya 👀
🔗 Cek info selengkapnya di sini: https://cna.asia/4dHRT3V