Akhiri penantian hampir 15 tahun, Mary Jane Veloso tiba di Filipina: Cinta Indonesia, bisa nyanyi Indonesia Raya
"Indonesia raya merdeka merdeka, tanahku, negeriku, yang kucinta, Indonesia raya, merdeka merdeka, hiduplah Indonesia raya," nyanyi Mary Jane sebagai bentuk cintanya terhadap Indonesia yang sudah dianggap sebagai rumah keduanya.
MANILA: Mary Jane Fiesta Veloso, terpidana mati dalam kasus penyelundupan narkoba, tiba di Manila pada Rabu subuh (18/12) dengan menggunakan pesawat Cebu Pacific Airlines 5J760, mengakhiri penantiannya selama hampir 15 tahun sejak terjerat kasus yang mengguncang Filipina tersebut.
Reuters melaporkan perempuan berusia 39 tahun itu langsung dipindahkan ke Lembaga Pemasyarakatan Wanita di Kota Mandaluyong, Metro Manila.
Tangis haru pecah ketika dia bertemu dan berpelukan dengan kedua orang tuanya, Cesar Veloso dan Celia Veloso.
Mary Jane ditangkap pada 25 April 2010 di Bandara Internasional Adisutjipto, Yogyakarta, setelah petugas menemukan 2,6kg heroin tersembunyi di kopernya.
Pengadilan Negeri Sleman menjatuhkan hukuman mati pada Oktober 2010 berdasarkan pelanggaran Pasal 114 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.
Meski tim pembelanya dua kali mengajukan banding dengan alasan bahwa Mary Jane adalah korban perdagangan manusia dan tidak mendapatkan penerjemah yang kompeten, pengadilan tetap menolak upaya tersebut.
Mary Jane diketahui sempat bekerja sebagai asisten rumah tangga di Uni Emirat Arab sebelum melarikan diri akibat percobaan pemerkosaan.
Namun takdir berkata lain. Eksekusi mati yang awalnya dijadwalkan pada April 2015 di Nusakambangan ditangguhkan dengan dramatis pada menit-menit terakhir.
Penangguhan tersebut membuka peluang bagi keluarga Mary Jane untuk terus memperjuangkan keadilan baginya hingga akhirnya dia berhasil pulang ke kampung halamannya.
Di Bandara Internasional Ninoy Aquino, sang ayah, Cesar Veloso, tak kuasa menahan tangis.
"Mereka menjadikan putri saya penjahat meskipun dia tidak bersalah. Kami hanya ingin memeluknya," ujarnya dengan suara terisak.
Sementara itu, ibunya, Celia Veloso, dengan nada lebih optimis berkata, "Yang penting dia sudah ada di sini,"
Pemerintah Indonesia dan Filipina sebelumnya mencapai kesepakatan untuk memulangkan Mary Jane ke Manila, dengan tetap menghormati keputusan hukum Indonesia.
Indonesia menyatakan akan menghormati keputusan apa pun yang dibuat oleh Filipina, termasuk jika Veloso diberikan grasi oleh Presiden Ferdinand Marcos Jr.
Menteri Luar Negeri Filipina, Enrique Manalo, mengapresiasi pemerintah Indonesia atas "langkah tegas dan tulus" yang memungkinkan Mary Jane pulang untuk merayakan Natal bersama keluarganya.
Baca:
CERITA 15 TAHUN PENUH MAKNA DI INDONESIA
Di Terminal 2F Bandara Internasional Soekarno-Hatta, sebelum kepulangannya, Mary Jane berbagi cerita tentang 15 tahun masa hukumannya di Indonesia.
Selama masa tersebut, ia mengaku mendapatkan banyak pelajaran berharga.
Dia bahkan fasih berbicara bahasa Indonesia dan Jawa.
“Saya berada di Indonesia hampir 15 tahun, dari tidak bisa berbahasa sampai bisa bahasa Indonesia, bahkan bisa Jawa. Sami-sami,” katanya dilansir dari CNN Indonesia.
Mary Jane mengaku bahagia dapat kembali ke negara asalnya setelah bertahun-tahun terpisah dari keluarga.
"Akhirnya doa-doa Mary sudah dijawab hari ini, di mana nanti saya akan kembali ke negara saya," ucapnya sambil terisak.
Meski bahagia akhirnya bisa pulang, Mary Jane tidak dapat menyembunyikan kesedihannya meninggalkan Indonesia yang telah menjadi rumah keduanya.
"Saya bahagia, sangat bahagia hari ini. Tapi jujur, ada sedihnya juga karena Indonesia sudah menjadi keluarga kedua saya," sebutnya.
Dalam momen haru tersebut, Mary Jane bahkan menyanyikan beberapa bait lagu Indonesia Raya sebagai bentuk cintanya kepada Indonesia.
"Indonesia raya merdeka merdeka, tanahku, negeriku, yang kucinta, Indonesia raya, merdeka merdeka, hiduplah Indonesia raya," nyanyinya.
Ia juga membawa berbagai kenang-kenangan seperti gitar, buku, rajutan, dan rosario.
"Terima kasih untuk Indonesia, aku cinta Indonesia. Jadi jangan lupakan Mary Jane ya," ujarnya sambil membuat gestur hati dengan tangannya.
"Matur nuwun, terima kasih, Assalamualaikum,” pungkasnya.
Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.