Ahok angkat bicara mengenai Veronica Tan gabung kabinet Prabowo, apa komentarnya?
Ahok dan Veronica membina bahtera rumah tangga selama 21 tahun sebelum perceraian yang menghebohkan publik pada tahun 2018.
JAKARTA: Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, buka suara terkait kabar mantan istrinya, Veronica Tan, yang disebut-sebut akan bergabung dalam kabinet Presiden terpilih Prabowo Subianto.
Ahok menyampaikan bahwa pemilihan anggota kabinet sepenuhnya merupakan hak prerogatif Presiden.
"Pemilihan menteri adalah hak prerogatif Presiden," ujarnya singkat kepada Vivanews, Selasa (15/10).
Saat ditanya lebih lanjut mengenai Veronica yang dikabarkan akan menjadi Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Ahok enggan memberikan komentar tambahan.
Ketua DPP PDI Perjuangan itu memilih tidak merespons isu tersebut lebih jauh.
PERCERAIAN AHOK DAN VERONICA
Ahok dan Veronica Tan membangun mahligai rumah tangga selama 21 tahun sejak menikah pada tahun 1997.
Namun, pernikahan itu berakhir pada 5 Januari 2018 ketika Ahok mengajukan gugatan cerai saat dirinya masih menjalani hukuman penjara atas kasus penistaan agama.
Perceraian ini menarik perhatian publik, mengingat sebelumnya pasangan tersebut dikenal harmonis.
Ahok mengungkapkan bahwa perselingkuhan menjadi alasan utama keretakan rumah tangga mereka.
Politisi berusia 58 tahun itu menyajikan bukti berupa rekaman percakapan antara Veronica dan pria bernama Julianto Tio, yang diduga sebagai orang ketiga dalam rumah tangga mereka.
Ahok bahkan sempat menemui Julianto Tio ketika dia masih menjabat sebagai gubernur bersama putra sulungnya, Nicholas Sean Purnama, dengan harapan perselingkuhan itu bisa dihentikan.
"I was begging in front of him, I did, di depan anak saya," tuturnya dalam wawancara dengan YouTuber Daniel Mananta pada 3 Juli 2020.
Ia menambahkan bahwa pria tersebut juga sudah menikah dan sedang menantikan kelahiran anak keduanya.
Namun, alih-alih mengakhiri hubungan terlarang itu, Julianto justru memberikan respons yang menyulut emosi.
"Dia dengan sombong menjawab bukan urusan saya itu. Urusan domestik saudara, urus sendiri," ungkap Ahok.
Mantan Komisaris Utama Pertamina itu mengaku harus menahan amarahnya dan mencegah Nicholas yang hampir meluapkan emosinya.
"Saya harus tahan karena kasih karunia Tuhan, harga diri saya diinjak-injak. Sebagai laki laki, gubernur, dan saya berkuasa dan saya lebih kuat posisinya dan dia salah. Tapi saya tidak mau mempermalukan istri saya waktu itu. Ini kan tetap mamanya anak-anak. Saya juga ingin menutup aib, ini kan saya ingin keluarga saya balik. Maka saya nasehatin," cerita Ahok.
Namun, setelah berbagai usaha mempertahankan bahtera rumah tangganya tidak membuahkan hasil, Ahok akhirnya memutuskan untuk bercerai.
Pria kelahiran Belitung Timur itu menyatakan bahwa keputusan ini diambil setelah banyak merenung dan mendalami Alkitab.
"Dari bukti-bukti yang tidak terbantahkan, perselingkuhan itu benar terjadi dengan pria bernama Julianto Tio alias Ahwa," kata majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara dalam putusan cerai tersebut.
Dapatkan informasi menarik lainnya dengan bergabung di WhatsApp Channel CNA.id dengan klik tautan ini.