Skip to main content
Iklan

Indonesia

Ini 11 MoU senilai US$38,4 miliar yang diteken dalam kunjungan Prabowo ke AS

Kesepakatan ini mempertegas sinergi RI–AS di berbagai bidang strategis, mulai pertambangan dan agribisnis hingga manufaktur dan teknologi.

Ini 11 MoU senilai US$38,4 miliar yang diteken dalam kunjungan Prabowo ke AS

Presiden Prabowo Subianto pada sesi roundtable Business Summit yang digelar dalam rangka kunjungan kerjanya di Washington DC, Amerika Serikat, pada Rabu, 18 Februari 2026. (BPMI Setpres/Cahyo)

19 Feb 2026 04:28PM (Diperbarui: 19 Feb 2026 04:29PM)

Dalam kunjungannya ke Amerika Serikat, Presiden Prabowo Subianto menyaksikan penandatangan 11 nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) senilai US$38,4 miliar atau sekitar Rp649 triliun antara pengusaha Indonesia dan AS.

Dalam pernyataan pers yang diterima CNA Indonesia disebutkan, MoU ini diteken dalam sesi roundtable Business Summit yang diselenggarakan oleh US-ASEAN Business Council (USABC) di Kamar Dagang AS, Washington DC, pada Rabu (18/2).

Angka US$38,4 miliar tersebut lebih tinggi dibandingkan angka yang sebelumnya disampaikan dalam lembar fakta kesepakatan kerja sama dan investasi oleh USABC yang mencapai lebih dari US$7 miliar.

"Penandatanganan 11 MoU ini menjadi wujud konkret kolaborasi sektor pemerintah serta swasta kedua negara di berbagai bidang, mulai dari pertambangan dan hilirisasi, energi, agribisnis, tekstil dan garmen, hingga manufaktur furnitur dan pengembangan teknologi," ujar pernyataan pemerintah Indonesia.

Presiden Prabowo menyampaikan bahwa perjanjian tersebut diharapkan menjadi pendorong utama penguatan kemitraan ekonomi Indonesia–Amerika Serikat.

“Saya menantikan perjanjian perdagangan ini sebagai dorongan besar bagi kelanjutan kemitraan ekonomi dan kerja sama ekonomi antara Amerika Serikat dan Indonesia,” kata Prabowo dalam pidatonya.

Menurut pemerintah, MoU ini adalah bukti tingginya kepercayaan dunia usaha internasional terhadap prospek ekonomi Indonesia. Pemerintah juga menyatakan akan mengawal realisasi setiap komitmen kerja sama yang telah disepakati agar memberikan dampak nyata bagi perekonomian nasional.

Presiden Prabowo Subianto menyaksikan penandatanganan 11 MoU senilai US$38,4 miliar antara pelaku usaha Indonesia dan Amerika Serikat dalam sesi roundtable Business Summit yang diselenggarakan oleh US-ASEAN Business Council (USABC) di gedung Kamar Dagang AS, Washington DC, Amerika Serikat, pada Rabu, 18 Februari 2026. (Foto: BPMI Setpres/Cahyo)

Berikut adalah 11 MoU yang ditandangani: 

  1. Memorandum of Agreement tentang Critical Minerals, ditandatangani oleh Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani, President & CEO Freeport-McMoRan Kathleen Quirk, dan President Director PT Freeport Indonesia Tony Wenas;
  2. MoU Oilfield Recovery antara Pertamina dan Halliburton, ditandatangani oleh CEO Pertamina Simon Mantiri dan President Director Halliburton Ankush Balla;
  3. MoU di bidang Agrikultur (Jagung) antara PT Cargill Indonesia, PT Arena Agro Andalan, dan Cargill Inc., ditandatangani oleh Managing Director AmCham yang mewakili Fanny Hosea (PT Sorini Agro Asia Corporindo/Cargill Indonesia), Donna Priadi, dan Director of International Government Relations (China & APAC) at Cargill Elizabeth Struse;
  4. MoU tentang Cotton antara Busana Apparel Group dan U.S. National Cotton Council, ditandatangani oleh Chief Marketing Officer Busana Apparel Manish Virmani serta Senior Government Relations Director for the National Cotton Council Jeff Kuckkuck;
  5. MoU tentang Cotton antara Daehan Global dan U.S. National Cotton Council, ditandatangani oleh CEO Daehan Global Boo Hyung Lee dan Senior Government Relations Director for the National Cotton Council Jeff Kuckkuck;
  6. MoU tentang Shredded Worn Clothing antara Asosiasi Pertekstilan Indonesia, PT Pan Brothers, dan Ravel, ditandatangani oleh CEO PT Pan Brothers Ludijanto Setijo dan CEO Ravel Zahlen Titcomb;
  7. MoU tentang Furnitur antara ASMINDO (Indonesian Furniture Industry & Handicraft Association) dan Bingaman & Son Lumber Inc., ditandatangani oleh CEO Vivere Group (ASMINDO) Dedy Rochimat dan Director of Exports Jeremy Roupp;
  8. MoU tentang Semikonduktor antara Galang Bumi Industri dan Essence, ditandatangani oleh President Director Ahmad Maaruf Maulana dan President Director Chester Coleman;
  9. MoU tentang Semikonduktor antara Galang Bumi Industri (GBI) dan Tynergy Technology Group, ditandatangani oleh Director GBI Kadafi Yahya Muhamad dan President Director Yan Purba;
  10. Transnational Free Trade Zone Friendship antara Galang Bumi Industri dan Solanna Group LLC, ditandatangani oleh Director Tjaw Hioeng dan President Solanna Group David Fordon;
  11. MoU tentang Furnitur/Wood Products antara Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) dan American Hardwood Export Council, ditandatangani oleh Head of Promotion and Marketing for the Americas Rudy Hartono dan Executive Director American Hardwood Export Council Michael Snow.
Source: CNA/da

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan