Di WEF Davos, Prabowo bicara rakyat Indonesia paling bahagia, tetapi…
Presiden mengaku tidak menyangka Indonesia berada di peringkat teratas dalam survei oleh Harvard University, Baylor University, dan Gallup Poll.
Presiden Prabowo Subianto berbicara di World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026). (Reuters/Denis Balibouse)
DAVOS: Presiden Prabowo Subianto mengutip hasil riset internasional saat berbicara di Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum/WEF) di Davos, Swiss.
Di hadapan para pemimpin global, ia menyampaikan temuan survei yang menempatkan rakyat Indonesia sebagai yang paling bahagia dan paling berkembang di dunia.
Pidato Prabowo di WEF berlangsung sekitar 40 menit dan disampaikan dalam bahasa Inggris.
Dalam sesi tersebut, Kepala Negara berbagi panggung dengan Presiden sekaligus Chief Executive Officer WEF, Børge Brende. Prabowo turut menyinggung capaian program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tengah dijalankan pemerintah.
Prabowo mengaku tidak menyangka Indonesia berada di peringkat teratas dalam survei tersebut.
“Saya sendiri terkejut, Gallup Poll dan Harvard University menemukan, melalui survei penelitian terhadap ratusan negara, bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa paling bahagia, paling berkembang di dunia,” katanya dalam pidatonya di arena WEF 2026 yang disiarkan langsung melalui YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (22/1).
Survei yang dirujuk Presiden merupakan hasil Global Flourishing Study, riset kolaboratif antara Harvard University, Baylor University, dan Gallup Poll. Kajian ini dipublikasikan dalam jurnal Nature Mental Health pada 30 April 2025.
Penelitian tersebut melibatkan sekitar 203 ribu responden dari 22 negara di enam benua. Para peneliti menilai tingkat kesejahteraan masyarakat dengan istilah most flourishing atau paling berkembang, berdasarkan berbagai indikator kehidupan.
Dalam riset tersebut, sejumlah aspek menjadi indikator penilaian, antara lain spiritualitas, kesehatan, kebahagiaan, makna hidup, karakter, relasi sosial, serta ketahanan finansial.
Berdasarkan jawaban responden, Indonesia menempati posisi teratas sebagai negara paling berkembang, disusul Israel, Filipina, dan Meksiko.
RAKYAT OPTIMIS DI TENGAH KEMISKINAN
Meski merasa senang dengan hasil survei itu, Kepala Negara mengaku juga merasakan kesedihan karena realitas kehidupan sebagian rakyat Indonesia masih jauh dari sejahtera.
“Ini agak menggembirakan tetapi bagi saya juga agak menyedihkan,” ujar presiden.
Ia menggambarkan kondisi sebagian masyarakat yang masih hidup melarat dalam kemiskinan ekstrem.
“Saya tahu rakyat saya. Banyak dari mereka tinggal di gubuk-gubuk. Banyak dari mereka tidak memiliki air bersih. Banyak dari mereka tidak memiliki kamar mandi. Banyak dari mereka makan nasi dengan garam,” ungkap Prabowo.
Namun demikian, Prabowo menilai optimisme menjadi kekuatan utama rakyat Indonesia.
“Namun mereka tersenyum. Mereka memiliki harapan,” tuturnya.
Dalam pidato tersebut, Prabowo menegaskan tekadnya untuk mengatasi kemiskinan struktural di Indonesia. Ia menyatakan swasembada pangan menjadi salah satu kunci utama untuk memenuhi kebutuhan dasar rakyat.
Prabowo menyebut Indonesia telah mencapai swasembada beras pada 2025. Ia menargetkan swasembada komoditas pangan lain, seperti jagung, gula, dan protein, dapat tercapai dalam empat tahun ke depan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan nasional.
Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.