Skip to main content
Iklan

Dunia

WNI Isaac Hansen Averino tewas di Jerman dengan 14 tusukan, diduga dibunuh tetangganya

Terduga pelaku yang merupakan WN Jerman mengakui sempat terjadi pertengkaran sebelum penusukan.

WNI Isaac Hansen Averino tewas di Jerman dengan 14 tusukan, diduga  dibunuh tetangganya

Ilustrasi pembunuhan (iStock)

JAKARTA: Jenazah Isaac Hansen Averino, warga negara Indonesia (WNI) yang meninggal di Jerman, telah dipulangkan ke Indonesia pada 28 Maret 2026. Pemulangan itu difasilitasi Direktorat Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri, yang juga menangani proses ketibaan dan penyerahan jenazah kepada keluarga.

“Jenazah almarhum telah dipulangkan ke Indonesia dan tiba pada 28 Maret 2026. Direktorat Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri turut memfasilitasi proses ketibaan serta serah terima jenazah kepada pihak keluarga,” kata Juru Bicara Kemenlu Vahd Nabyl Mulachela kepada Kompas.com, Senin (20/4).

Isaac, 24, dilaporkan meninggal pada 18 Maret 2026 di tempat tinggalnya di Kirchen (Sieg), negara bagian Rhineland-Palatinate. Kementerian Luar Negeri menyebut kematian itu terkait dugaan penusukan.

Di Jerman, perkara tersebut kini ditangani aparat setempat. Media Jerman Tagesschau melaporkan seorang pria berusia 27 tahun berkewarganegaraan Jerman telah ditahan, sementara kejaksaan di Koblenz menangani kasus itu sebagai dugaan pembunuhan tidak berencana.

Pihak keluarga dan kerabat mengatakan sebelum kejadian korban masih sempat berkomunikasi pada Rabu malam, 18 Maret. Saat itu, ia berpamitan kepada pacarnya untuk memasak di dapur bersama di tempat tinggalnya. Setelah itu, ia tak lagi membalas pesan.

Tidak adanya kabar hingga keesokan pagi disebut menimbulkan kecurigaan karena hal tersebut tidak biasa. Upaya menghubungi korban pun tidak berhasil, sampai keluarga akhirnya menerima informasi bahwa Isaac telah meninggal dunia.

KELUARGA SOROTI LUKA KORBAN

Menurut laporan Tagesschau, korban dan terduga pelaku tinggal dalam gedung apartemen yang sama dan memakai dapur bersama. Di lokasi itulah diduga terjadi insiden sebelum korban tewas. Namun, penyebab serta kronologi kejadian disebut masih belum sepenuhnya jelas.

Kerabat korban, Kevin Gunawan, mengatakan polisi telah menetapkan seorang tersangka yang merupakan tetangga kos korban di lantai bawah.

"Untuk motif saat ini belum diketahui, tetapi polisi sudah menetapkan tersangka, yaitu tetangga kos dari korban yang tinggal di lantai satu,” ujar Kevin kepada Deutsche Welle Indonesia.

Keluarga menyebut orang yang diduga sebagai pelaku merupakan pihak pertama yang menghubungi pemilik hunian setelah kejadian. Menurut keluarga, terduga pelaku mengakui sempat terjadi pertengkaran sebelum penusukan. Namun, penjelasan itu diragukan oleh pihak keluarga.

“Bagi kami itu bukan pertengkaran. Anak saya orangnya tidak suka berdebat. Kemungkinan besar dia hanya membela diri,” sebut ayah korban, Herryanto, saat diwawancara DW Indonesia.

Keluarga juga menilai tingkat kekerasan yang dialami korban tidak sejalan dengan klaim tersebut. Mereka menyebut terdapat banyak luka berat pada tubuh Isaac.

“Lukanya sangat parah dan banyak. Ada 14 luka tusukan, dan luka terbuka di tempurung kepala. Menurut kami itu bukan pembunuhan biasa,” tegas pihak keluarga.

KJRI Frankfurt menyatakan menerima informasi awal mengenai kematian WNI itu pada 18 Maret 2026. Protokol dan Konsuler KJRI Frankfurt, Oktavia Maludin, mengatakan pemberitahuan mula-mula disampaikan Kepolisian Koblenz kepada KBRI Berlin, lalu diteruskan ke KJRI Frankfurt karena wilayah kejadian masuk yurisdiksinya.

“Kepolisian Koblenz awalnya menghubungi KBRI Berlin, lalu dialihkan ke kami karena wilayah tersebut masuk yurisdiksi KJRI Frankfurt,” ujar Oktavia.

Ia menyatakan otoritas Jerman terus memberikan perkembangan penyidikan kepada perwakilan Indonesia.

“Pihak berwenang Jerman sangat serius menangani kasus ini. Setiap ada perkembangan, mereka sampaikan kepada kami,” lanjut Oktavia.

Menurut dia, sistem hukum Jerman juga memungkinkan keluarga korban untuk menjadi pihak penuntut tambahan dalam proses persidangan.

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: Others/ew (da)

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan