Terungkap, WNI terjangkit kusta di Rumania ternyata tertular dari Ibu di Bali
Kedua WNI yang berprofesi sebagai tukang pijat itu akan segera dipulangkan ke Indonesia
JAKARTA: Kementerian Kesehatan Indonesia memaparkan kronologi temuan dua warga negara Indonesia (WNI) yang teridentifikasi positif kusta saat bekerja di Rumania. Informasi awal diterima melalui mekanisme kerja sama kesehatan internasional antarpemerintah.
Kasus ini menjadi perhatian karena Rumania mencatat kembali kasus pertama kusta dalam 44 tahun.
Otoritas kesehatan Rumania mengonfirmasi bahwa kedua diaspora itu merupakan Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang bekerja sebagai tukang pijat di sebuah spa di Kota Cluj-Napoca.
Penelusuran awal menemukan bahwa sumber pertama penularan atau kasus indeks berasal dari ibu kedua WNI tersebut yang berdomisili di Bali.
Disebutkan salah satu dari WNI itu diketahui baru kembali dari tanah air setelah sebulan bersama ibunya yang juga dirawat karena kusta.
"Kasus awal positif berasal dari ibu kedua WNI tersebut yang tinggal di Bali. Saat ini yang bersangkutan sudah dalam perawatan dan kondisinya baik," jelas Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Kesehatan Aji Muhawarman dikutip detikHealth pada Kamis (18/12).
Aji menegaskan bahwa penanganan kasus indeks telah dilakukan sesuai standar pengobatan kusta. Selain itu, pengawasan kesehatan lanjutan juga berjalan untuk memastikan tidak ada penularan lebih luas, baik di Indonesia maupun terkait aktivitas kedua WNI selama bekerja di Rumania.
Direktorat Penyakit Menular Kemenkes pun telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Bali dalam rangka penelusuran kasus di dalam negeri.
Aji menjelaskan bahwa laporan resmi diterima pada awal Desember 2025 melalui International Health Regulation National Focal Point Indonesia di bawah Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit.
"Pada awal Desember 2025, IHR NFP Indonesia menerima notifikasi resmi dari IHR NFP Rumania terkait dugaan kasus kusta pada dua WNI yang bekerja di sana," bebernya.
Kemenkes juga menyebut bahwa kedua WNI yang berusia 21 dan 25 tahun tersebut akan segera dipulangkan ke Indonesia untuk mendapatkan pengobatan lanjutan di fasilitas kesehatan dalam negeri.
Di tingkat nasional, hingga 12 November 2025 tercatat 10.450 kasus baru kusta dengan sebaran terbanyak di Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah.
Aji mengingatkan masyarakat untuk mengenali gejala seperti bercak kulit mati rasa, tidak gatal, mengilap atau kering bersisik, lepuh atau luka tanpa rasa nyeri pada tangan atau kaki, serta kesemutan dan nyeri pada anggota gerak.
Kemenkes menegaskan bahwa kusta dapat disembuhkan dan pengobatan di puskesmas tersedia secara gratis. Penyakit ini memerlukan perawatan tuntas agar tidak terjadi penularan lebih lanjut.
"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak memberikan stigma, serta segera memeriksakan diri jika menemukan gejala yang mencurigakan. Deteksi dini dan pengobatan teratur adalah kunci," pungkas Aji.
Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.