Skip to main content
Iklan

Dunia

WN Singapura curi kripto senilai Rp3,4 triliun di AS untuk foya-foya dan beli 31 mobil mewah

Malone Lam, 20, menggunakan uang hasil penipuannya untuk berlibur dan senang-senang di kelab malam AS.

WN Singapura curi kripto senilai Rp3,4 triliun di AS untuk foya-foya dan beli 31 mobil mewah

Malone Lam, WN Singapura, dan mobil-mobil mewah yang dibelinya dari hasil mencuri mata uang kripto dari seorang korban di Washington. (Foto: Kantor Sheriff Broward, dokumen pengadilan)

SINGAPURA: Seorang pria warga negara Singapura berusia 20 tahun diadili di Amerika Serikat karena mencuri kripto dan mencuci uang dengan kripto hingga US$230 juta atau lebih dari Rp3,4 triliun.

WN Singapura bernama Malone Lam itu bekerja sama dengan Jeandiel Serrano, 21, untuk mencuri lebih dari 4.100 bitcoin - senilai Rp3,4 triliun - dari seorang korbannya di Washington.

Menurut jaksa penuntut, ini adalah "kasus pencurian mata uang kripto terbesar dari individu dalam sejarah Amerika Serikat". Sidang perdana digelar pada 23 Oktober lalu. 

Dalam laporan pengadilan disebutkan, Lam dan Serrano mengincar korbannya yang mereka anggap sebagai "investor bernilai tinggi" ketika masa-masa awal tren investasi kripto.

Dalam penipuan itu, Lam dan Serrano berpura-pura menjadi karyawan Google ketika menghubungi korban. Mereka mengatakan, ada percobaan peretasan terhadap akun Google korban dan perlu ditutup sementara.

Kedua pelaku berhasil meyakinkan korban untuk memberikan kode keamanan akun miliknya. Dengan kode keamanan itu, Lam lantas menyisir akun OneDrive dan Gmail korban untuk mencari aset yang bisa dicuri.

Lam kemudian menemukan adanya riwayat pembelian kripto Gemini dalam akun Google korban.

Lantas keduanya memainkan peran kedua sebagai petugas keamanan Gemini, mengatakan akun korban berusaha dihack.

Setelah berhasil meyakinkan korban untuk memberikan akses remote ke komputernya, Lam dan Serrano mendapatkan kunci akses ke lebih dari 4.100 bitcoin yang kemudian mereka gasak.

KELAB MALAM, LAMBORGHINI, JET PRIBADI

Setelah berhasil mencuri bitcoin korban, Lam menggunakan uang hasil penjualannya untuk foya-foya.

Laporan pengadilan menyebutkan Lam menghabiskan hingga miliaran rupiah per malamnya di sebuah kelab di Los Angeles. Dia juga membeli tas-tas mewah senilai total hingga ratusan juta rupiah.

Menurut pengakuan manajemen beberapa kelab malam yang dikunjungi Lam, pria Singapura itu mencoba membayar tagihan kelab dengan mata uang kripto dan menghabiskan sekitar US$400.000 (Rp6,2 miliar) hingga US$500.000 (Rp7,8 miliar) per malam.

Lam juga membeli 31 mobil mewah seperti Lamborghini, Ferrari dan Porshe, beberapa di antaranya seharga lebih dari Rp46,8 miliar.

Selain itu, Lam juga menggunakan uang hasil pencuriannya untuk menyewa jet pribadi untuk terbang dari Los Angeles ke Miami. Mereka juga menyewa beberapa rumah mewah di Miami, termasuk di pulau Hibiscus. Salah satu rumah itu disewanya dengan harga Rp1 miliar per bulan.

Di Miami, Lam juga membeli beberapa mobil mewah dan bersenang-senang di kelab malam.

Lam dan Serrano ditangkap pada 18 September lalu. Dalam penyelidikan polisi, Lam juga mengaku telah melakukan beberapa peretasan kripto lain dan mendapatkan jutaan dolar dari tindakan itu.

Akibat kejahatannya, Lam dan Serrano terancam penjara hingga 20 tahun dan denda hingga dua kali lipat dari nilai penipuan yang mereka lakukan.

Dapatkan informasi menarik lainnya dengan bergabung di WhatsApp Channel CNA.id melalui tautan ini.

Source: CNA/da

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan