Skip to main content
Iklan

Dunia

Vaksin rancangan AI lulus uji awal pada manusia, potensial lindungi dari varian Corona masa depan

Uji klinis lanjutan tetap diperlukan untuk membuktikan efektivitas dari teknologi ini.

Vaksin rancangan AI lulus uji awal pada manusia, potensial lindungi dari varian Corona masa depan

Ilustrasi vaksin dan kecerdasan buatan (AI). Foto: iStock)

Para ilmuwan dari Universitas Cambridge dan Universitas Southampton di Inggris melaporkan bahwa vaksin pertama di dunia yang dirancang menggunakan kecerdasan buatan (AI) telah berhasil melewati uji klinis tahap awal pada manusia.

Vaksin tersebut dikembangkan untuk memberikan perlindungan luas terhadap kelompok virus corona sarbecovirus, yang mencakup SARS-CoV-2 penyebab COVID-19, sindrom pernapasan akut parah (SARS), serta virus-virus sejenis yang berpotensi muncul di masa depan.

Pengembangan vaksin ini berangkat dari tantangan yang dihadapi vaksin konvensional, yang sering kali perlu diperbarui karena virus terus bermutasi.

"Virus seperti influenza, virus corona, dan kelompok Ebola terus berevolusi, dan pada saat vaksin diluncurkan, vaksin tersebut mungkin tidak lagi sesuai," kata ketua peneliti Saul Faust, profesor dari Universitas Southampton, dikutip dari CNN Indonesia, Minggu (14/6).

Untuk mengatasi masalah tersebut, para peneliti menggunakan AI untuk menganalisis data genetik berbagai virus corona dan mengidentifikasi bagian-bagian yang relatif tidak berubah di antara seluruh keluarga virus tersebut.

Dari analisis itu, AI membantu merancang sebuah "super antigen", yaitu komponen vaksin yang menargetkan karakteristik umum berbagai virus corona sehingga diharapkan tetap efektif menghadapi varian baru yang muncul di masa depan.

Meski disebut sebagai vaksin yang dirancang AI, para ahli menegaskan bahwa teknologi tersebut tetap membutuhkan proses pengujian ilmiah yang ketat.

"Uji coba ini mencapai tujuan utama uji klinis fase 1, yaitu menguji keamanan dan tolerabilitas awal. Hasilnya juga menunjukkan bahwa desain vaksin dapat mengarahkan respons imun ke bagian sarbecovirus yang relatif tidak berubah," kata ilmuwan senior AI Novo Nordisk, Marc Boubnovski, yang tidak terlibat dalam penelitian tersebut dikutip dari Medical News Today, Rabu (16/6).

Dalam uji klinis fase 1 yang melibatkan 39 sukarelawan sehat, vaksin terbukti aman dan mampu memicu respons kekebalan tubuh. Namun, para peneliti menilai hasil tersebut masih bersifat awal dan belum cukup untuk membuktikan bahwa vaksin dapat memberikan perlindungan luas terhadap seluruh virus corona.

Uji klinis lanjutan yang melibatkan sekitar 200 peserta kini sedang berlangsung untuk mengukur efektivitasnya secara lebih menyeluruh.

Ilustrasi pengembangan vaksin dengan akal imitasi (AI). (Foto: iStock)

Boubnovski juga mengingatkan bahwa kemampuan AI dalam pengembangan vaksin tidak boleh ditafsirkan secara berlebihan. "Teknologi ini tidak dapat merancang vaksin yang pasti efektif untuk virus yang sepenuhnya belum dikenal. Namun, teknologi ini dapat digunakan untuk merancang vaksin bagi satu keluarga virus yang saling berkerabat," ujarnya.

Vaksin ini juga menggunakan metode pemberian tanpa jarum. Alih-alih menggunakan jarum suntik biasa, vaksin diberikan melalui semburan cairan bertekanan tinggi yang menembus lapisan kulit. Metode ini dinilai lebih cepat dan berpotensi mempermudah distribusi vaksin kepada banyak orang dalam situasi darurat kesehatan masyarakat.

Para peneliti kini menerapkan pendekatan AI yang sama untuk mengembangkan vaksin universal terhadap influenza dan Ebola. Mereka berharap teknologi tersebut dapat membantu dunia mempersiapkan diri menghadapi wabah berikutnya sebelum virus baru mulai menyebar luas.

"Jika kita dapat mengembangkan dan memajukan secara klinis kelas vaksin baru ini sebelum wabah virus dimulai, jutaan nyawa dapat diselamatkan, lockdown dapat dihindari, dan ekonomi dapat dipertahankan," kata Faust.

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: Others/ps(ar)

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan