Turun empat peringkat, Indonesia tak lagi jadi destinasi favorit wisatawan Muslim
Negeri Jiran Malaysia menggulingkan Indonesia dari posisi puncak yang telah diduduki selama dua tahun berturut-turut.
JAKARTA: Indonesia harus rela turun ke posisi kelima dalam daftar destinasi wisata ramah Muslim dunia versi Global Muslim Travel Index (GMTI) 2025.
Setelah dua tahun berturut-turut menduduki posisi puncak, tahun ini Indonesia disalip oleh sejumlah negara yang mencatat lonjakan signifikan dalam ekosistem wisata halal mereka.
GMTI 2025 menyebut Malaysia sebagai negara dengan peringkat teratas, diikuti oleh Turki di posisi kedua, Arab Saudi di peringkat ketiga, dan Uni Emirat Arab di posisi keempat.
Indonesia berada di posisi kelima. Sementara itu, negara-negara Timur Tengah lainnya seperti Qatar, Oman, Kuwait, Yordania, dan Iran melengkapi posisi 10 besar negara OKI (Organisasi Kerja Sama Islam).
Tren yang memengaruhi penilaian dalam indeks ini mencakup peningkatan penggunaan aplikasi perjalanan halal, peran penting wisatawan muslimah, ketersediaan fasilitas publik yang ramah Muslim, pertumbuhan tren solo traveling, serta liburan bertema digital detox atau liburan tanpa keterikatan pada dunia digital.
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menyebut bahwa penurunan peringkat ini bukan karena nilai Indonesia turun, melainkan karena negara-negara pesaing menunjukkan akselerasi lebih cepat dalam pengembangan sektor wisata halal.
Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf, Hariyanto, menyatakan bahwa skor Indonesia masih bertahan di angka 76, sama seperti tahun lalu. Namun, negara-negara seperti Uni Emirat Arab dan Turki mencatat lonjakan yang signifikan, masing-masing naik 6 dan 5 poin.
“Sebetulnya kita by nilai tidak turun. Tapi negara kompetitor kita lebih cepat. Ini jadi pembelajaran bagi kita. Apalagi saat ini kita memang sedang dalam penataan,” ujar Hariyanto, dikutip dari detikTravel pada Selasa (24/6).
Pengamat pariwisata Taufan Rahmadi menilai bahwa persaingan global dalam wisata ramah Muslim kini semakin kompleks. Menurutnya, penurunan Indonesia ke peringkat kelima menjadi sinyal bahwa negara-negara lain mulai serius mengembangkan ekosistem halal secara terintegrasi.
“Turunnya Indonesia dari posisi pertama menjadi kelima dalam GMTI 2025 menunjukkan meningkatnya persaingan global yang kian kompleks. Negara-negara seperti Turki, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab melakukan lompatan signifikan, mencerminkan investasi besar dalam infrastruktur, promosi digital, dan ekosistem halal yang lebih matang,” jelas Taufan.
Sementara itu, untuk kategori negara non-OKI, Singapura menempati posisi pertama sebagai destinasi wisata Muslim terfavorit, disusul oleh Inggris, Hong Kong, Taiwan, dan Thailand.
Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.