Skip to main content
Iklan

Dunia

'Peringatan terakhir' AS kepada Hamas, terima kesepakatan sandera saat Israel tingkatkan serangan 

"Israel telah menerima persyaratan saya. Sudah saatnya bagi Hamas untuk menerima juga," kata Trump.

'Peringatan terakhir' AS kepada Hamas, terima kesepakatan sandera saat Israel tingkatkan serangan 

Presiden AS Donald Trump memberi hormat saat turun dari pesawat Air Force One setibanya di Bandara LaGuardia di New York untuk final tenis putra AS Terbuka, AS, 7 September 2025. [REUTERS/Evelyn Hockstein]

WASHINGTON: Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada hari Minggu (7/9) mengeluarkan apa yang disebutnya "peringatan terakhir" kepada Hamas, yang mendesak kelompok militan Palestina tersebut untuk menerima kesepakatan pembebasan sandera dari Gaza.

"Israel telah menerima persyaratan saya. Sudah saatnya bagi Hamas untuk menerima juga," kata Trump dalam sebuah unggahan di platform Truth Social miliknya.

"Saya telah memperingatkan Hamas tentang konsekuensi jika tidak menerima. Ini peringatan terakhir saya, tidak akan ada peringatan lain!"

Hamas mengatakan dalam pernyataan selanjutnya bahwa mereka menerima beberapa gagasan dari pihak AS melalui para mediator untuk mencapai kesepakatan gencatan senjata di Gaza.

Kelompok tersebut mengatakan sedang berdiskusi dengan para mediator mengenai cara-cara untuk mengembangkan gagasan tersebut, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

Hamas juga menegaskan kembali kesiapannya untuk negosiasi pembebasan semua sandera dengan imbalan "pengumuman yang jelas tentang berakhirnya perang" dan penarikan penuh pasukan Israel dari wilayah kantong tersebut.

N12 News Israel melaporkan pada hari Sabtu bahwa Trump telah mengajukan proposal gencatan senjata baru kepada Hamas.

Berdasarkan kesepakatan tersebut, Hamas akan membebaskan semua 48 sandera yang tersisa pada hari pertama gencatan senjata dengan imbalan ribuan tahanan Palestina yang dipenjara di Israel dan menegosiasikan akhir perang selama gencatan senjata di wilayah kantong tersebut, menurut N12.

Seorang pejabat Israel mengatakan Israel "mempertimbangkan secara serius" proposal Trump tetapi tidak merinci detailnya.

PASUKAN ISRAEL MAJU LEBIH LANJUT

Militer Israel memperingatkan warga Palestina di Kota Gaza untuk mengungsi ke selatan pada hari Sabtu sebelum mengebom sebuah menara tinggi saat pasukannya bergerak lebih jauh ke wilayah perkotaan terbesar di kantong tersebut.

Pasukan Israel telah melancarkan serangan di pinggiran kota utara selama berminggu-minggu setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memerintahkan militer untuk merebutnya.

Netanyahu mengatakan Kota Gaza adalah benteng Hamas dan merebutnya diperlukan untuk mengalahkan militan Islam Palestina, yang serangannya pada Oktober 2023 terhadap Israel memicu perang.

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: AGENCIES/CNA/ih

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan