AS mungkin perlu 'batalkan' perjanjian dagang, kata Trump jika kasus tarifnya kalah di MA
Trump memperingatkan bahwa kekalahan kasus tarif di Mahkamah Agung akan menyebabkan AS "sangat menderita".
Presiden AS Donald Trump di Ruang Oval Gedung Putih, Washington, DC, 3 September 2025. (Foto: REUTERS/Brian Snyder)
WASHINGTON: Presiden Donald Trump mengatakan pada Rabu (3/9) bahwa AS mungkin perlu "membatalkan" perjanjian dagang yang dicapai dengan Uni Eropa, Jepang, dan Korea Selatan, antara lain, jika kalah dalam kasus tarif di Mahkamah Agung Amerika Serikat.
Trump juga memperingatkan bahwa kekalahan tersebut akan menyebabkan AS "sangat menderita".
Trump, berbicara kepada wartawan di Gedung Putih, mengatakan pemerintahannya akan meminta Mahkamah Agung untuk membatalkan putusan pengadilan banding AS pekan lalu.
Pengadilan banding memutuskan bahwa banyak tarif yang diterapkannya ilegal, tetapi Trump tetap mengatakan ia yakin pemerintahannya akan menang dalam kasus tersebut di MA.
"Kita membuat kesepakatan dengan Uni Eropa di mana mereka membayar kita hampir satu triliun dolar. Dan tahukah Anda? Mereka senang. Kesepakatan ini sudah selesai. Semua kesepakatan ini sudah selesai," katanya. "Saya rasa kita harus membatalkannya (jika kasusnya kalah di MA)."
Komentar tersebut merupakan komentar pertama Trump yang secara khusus mengisyaratkan bahwa kesepakatan perdagangan yang dicapai dengan mitra dagang utama—yang dinegosiasikan secara terpisah, di luar tarif—dapat dibatalkan jika MA membiarkan putusan pengadilan banding Jumat lalu tetap berlaku.
Trump mengatakan pencabutan tarif akan mahal, meskipun para pakar perdagangan mencatat bahwa bea masuk dibayar oleh importir di Amerika Serikat, bukan perusahaan di negara asal.
KEMUNGKINAN PICU INFLASI
Para ekonom telah memperingatkan bahwa tarif kemungkinan akan memicu inflasi di Amerika Serikat.
Putusan pengadilan banding tersebut membahas legalitas dari apa yang disebut Trump sebagai tarif "timbal balik" yang pertama kali diberlakukan sebagai bagian dari perang dagang pada bulan April, serta serangkaian tarif terpisah yang diberlakukan pada bulan Februari terhadap China, Kanada, dan Meksiko.
Para pakar perdagangan mengatakan komentarnya tentang biaya pencabutan tarif dimaksudkan untuk meyakinkan Mahkamah Agung bahwa pencabutan tarif akan memicu kekacauan ekonomi besar-besaran.
Para pakar hukum dan perdagangan mengatakan mayoritas hakim MA yang ditunjuk Partai Republik, 6-3, mungkin sedikit meningkatkan peluang Trump untuk mempertahankan setidaknya beberapa tarif.
Pengadilan banding yang berpendapat bahwa tarif ilegal diputuskan dengan suara 7-4 di antara para hakim.
Namun, para pakar mengatakan sulit untuk memprediksi secara pasti apa yang akan dilakukan pengadilan, mengingat putusan dalam kasus-kasus sebelumnya dan sifat tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Seorang petinggi Partai Demokrat di Komite Keuangan Senat, Senator Ron Wyden, mengatakan komentar Trump justru menimbulkan lebih banyak kebingungan.
“Pemerintahan Trump tidak dapat menyampaikan ceritanya dengan jelas tentang apakah kesepakatan perdagangannya akan efektif jika tarif dicabut,” katanya.
Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.