Skip to main content
Iklan

Dunia

Trump akan rayu Indonesia gabung Abraham Accords, normalisasi hubungan dengan Israel

Washington disebut telah menyiapkan sejumlah kartu diplomatik mulai dari kerja sama ekonomi hingga dukungan bagi rencana keanggotaan Indonesia di Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD). 

Trump akan rayu Indonesia gabung Abraham Accords, normalisasi hubungan dengan Israel
Presiden AS Donald Trump dan Presiden Indonesia Prabowo Subianto berpose dalam KTT Perdamaian Gaza di Sharm el-Sheikh, Mesir, 13 Oktober 2025. (Foto: REUTERS/Suzanne Plunkett/Pool)

WASHINGTON DC: Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menghidupkan inisiatif diplomatik yang dulu menjadi ciri khas pemerintahannya — Abraham Accords, kesepakatan yang menormalisasi hubungan antara Israel dan negara-negara berpenduduk mayoritas Muslim. 

Kali ini, Trump disebut berfokus pada dua target baru: Indonesia dan Arab Saudi.

Menurut laporan Associated Press, Kamis (6/11), Seorang pejabat senior Gedung Putih menyebutkan bahwa pemerintahan Trump melihat peluang baru setelah tercapainya gencatan senjata di Jalur Gaza. 

Menurutnya, stabilitas di Gaza dapat menjadi titik masuk untuk memperluas kerja sama diplomatik antara Israel dan negara-negara yang sebelumnya enggan menjalin hubungan resmi.

Trump menilai keberlangsungan gencatan tersebut sebagai modal politik untuk mendorong agenda luar negerinya — termasuk memperluas Abraham Accords yang pertama kali disepakati bersama Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Maroko pada periode pertama kepemimpinannya.

KARTU DIPLOMATIK AS UNTUK INDONESIA

Dalam lawatannya ke Asia Tenggara pekan lalu, Trump secara terbuka memberikan apresiasi kepada beberapa negara yang membantu menjaga gencatan senjata di Gaza. 

Nama Presiden Indonesia Prabowo Subianto disebut menonjol di antara daftar tersebut. Trump menilai Prabowo berperan positif dalam proses diplomasi dan menganggap Indonesia sebagai mitra potensial bagi Amerika Serikat di kawasan.

Bagi Gedung Putih, hubungan yang lebih erat dengan Indonesia dinilai dapat memperkuat posisi Amerika di Asia dan Timur Tengah sekaligus memperluas pengaruh ekonomi Washington. 

Di sisi lain, Prabowo juga menunjukkan ketertarikan untuk memperdalam hubungan strategis dengan AS, sejalan dengan ambisi memperkuat profil global Indonesia.

Meski begitu, posisi diplomatik Jakarta tetap konsisten: tidak ada normalisasi dengan Israel sebelum ada kejelasan pembentukan negara Palestina. Namun, sejumlah pengamat menilai gencatan senjata yang kini berlaku bisa membuka ruang diplomasi baru.

Washington disebut telah menyiapkan beberapa pendekatan dalam upaya melobi Prabowo, mulai dari kerja sama ekonomi hingga dukungan bagi rencana keanggotaan Indonesia di Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD). 

Keanggotaan di organisasi beranggotakan 38 negara itu dinilai penting bagi Indonesia untuk memperkuat reputasi internasional dan menarik investasi dari negara-negara maju.

Sektor logam tanah jarang juga menjadi topik penting dalam hubungan bilateral kedua negara. Amerika Serikat tengah menaruh perhatian besar terhadap industri mineral strategis Indonesia, khususnya nikel, di mana Jakarta berambisi menjadi pemain dominan global.

Seorang mantan pejabat Departemen Luar Negeri AS yang pernah menangani diplomasi Israel–Indonesia pada masa pemerintahan Joe Biden mengatakan bahwa gaya diplomasi Trump yang pragmatis dan berorientasi transaksi dapat membuka peluang baru bagi hubungan kedua negara.

“Pendekatan transaksional Trump memberi ruang yang sebelumnya tidak tersedia,” ujarnya. “Apabila Indonesia menginginkan keuntungan ekonomi atau kerja sama strategis, ini bisa menjadi momen yang tepat.”

 

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: Others/ew/da

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan