The Fed turunkan suku bunga, inflasi diperkirakan kuat di bawah Trump
Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell berbicara dalam konferensi pers mengenai kebijakan suku bunga di Washington, AS, 18 Desember 2024. (Foto: REUTERS/Kevin Lamarque)
WASHINGTON: Bank sentral AS menurunkan suku bunga hingga seperempat poin persentase pada hari Rabu (18/12).
Akan tetapi, Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengatakan pemotongan lebih lanjut biaya pinjaman bergantung pada penurunan inflasi yang tidak kunjung turun.
Pernyataan ini mengindikasi para pembuat kebijakan mulai memperhitungkan prospek perubahan ekonomi yang menyeluruh di bawah pemerintahan Trump mendatang.
Wall Street turut terguncang perkataan Powell yang eksplisit dan berulang kali tentang perlunya kehati-hatian dari sini ke depannya, dengan penurunan tajam harga saham serta pengurangan estimasi pasar terhadap seberapa banyak biaya pinjaman akan turun tahun depan.
"Saya pikir kita berada di tempat yang baik, tetapi saya pikir dari sini ini adalah fase baru dan kita akan berhati-hati dengan pemotongan lebih lanjut," kata Powell pada konferensi pers setelah berakhirnya pertemuan kebijakan dua hari terakhir Fed.
The Fed dan Powell tadinya diharapkan akan memberikan pemotongan suku bunga yang "hawkish". Namun, saat Powell selesai berbicara, hanya satu pemotongan sebesar 25 basis poin untuk tahun depan yang tercermin dalam harga pasar.
Seperti yang diharapkan, The Fed menurunkan suku bunga kebijakannya sebesar seperempat poin persentase ke kisaran 4,25-4,50 persen, sebuah keputusan yang digambarkan Powell sebagai "keputusan yang lebih ketat", sembari mengatakan bahwa laju pemotongan suku bunga yang lebih lambat tahun depan mencerminkan pembacaan inflasi yang lebih tinggi pada tahun 2024.
Para bankir sentral AS sekarang memproyeksikan bahwa mereka hanya akan melakukan dua penurunan suku bunga seperempat poin persentase pada akhir tahun 2025, turun dari perkiraan sebelumnya empat poin persentase.
Itu artinya setengah poin persentase lebih sedikit dalam pelonggaran kebijakan tahun depan daripada yang diantisipasi para pejabat pada bulan September, dengan proyeksi inflasi Fed untuk tahun pertama pemerintahan Trump yang baru melonjak dari 2,1 persen dalam proyeksi sebelumnya menjadi 2,5 persen - jauh di atas target bank sentral sebesar 2 persen.
Indeks saham Nikkei Jepang turun 1,5 persen pada Kamis pagi.
Investor juga bersikap hati-hati menjelang keputusan kebijakan dari Bank Jepang (BOJ), dengan sebagian besar pelaku pasar memperkirakan kenaikan suku bunga kali ini akan ditunda.
Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.