Skip to main content
Iklan

Dunia

Staf KBRI Peru Zetro Leonardo Purba diduga tewas dihabisi perampok

Wakil Menteri Luar Negeri Anis Matta mengungkapkan informasi awal menyebutkan Zetro baru saja mengambil sejumlah uang dari ATM sebelum kejadian.

Staf KBRI Peru Zetro Leonardo Purba diduga tewas dihabisi perampok
Staf KBRI Peru, Zetro Leonardo Purba. (Facebook/Zetro Leonardo Purba)

LIMA: Wakil Menteri Luar Negeri Anis Matta menduga penembakan terhadap staf Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Lima, Peru, Zetro Leonardo Purba, bermotif perampokan.

"Belum ada (informasi soal dugaan tekanan), kecuali bahwa peristiwa beliau baru mengambil uang dari ATM. Jadi ini ada mirip perampokan," ucapnya dilansir dari Kompas.com, Rabu (3/9). 

Peristiwa menggegerkan itu terjadi pada Senin malam (1/9) waktu setempat di kawasan Lince, Lima. Zetro baru saja pulang ke apartemennya dengan mengendarai sepeda seusai bekerja.

Saat tiba di depan hunian, seorang pria tak dikenal menghampiri dan menembakkan senjata api ke almarhum. Pelaku lalu kabur dengan sepeda motor yang dikendarai rekannya.

Nyawa almarhum tidak tertolong walau sempat dilarikan ke klinik.

Informasi awal menyebutkan Zetro baru saja mengambil sejumlah uang dari ATM sebelum kejadian. Hal ini yang kemudian memunculkan dugaan perampokan.

Direktur Perlindungan WNI Kemenlu RI, Judha Nugraha, menyampaikan jenazah Zetro akan menjalani otopsi. Otopsi diperlukan untuk memperkuat penyelidikan aparat keamanan Peru.

Polisi Peru sebelumnya sempat menduga adanya motif balas dendam dengan melibatkan pembunuh bayaran. Namun, aparat tetap membuka kemungkinan lain termasuk aksi kriminal murni.

Untuk mempercepat proses, polisi mengaktifkan “Plan Cerco” atau Rencana Penguncian. Mekanisme ini memungkinkan koordinasi lintas yurisdiksi guna memburu pelaku. Selain itu, unit investigasi kriminal SEINCRI bersama polisi setempat telah mengamankan lokasi dan memeriksa rekaman CCTV.

Zetro sebenarnya bukanlah diplomat, melainkan Pejabat Dinas Luar Negeri (PDLN) kelompok 2 yang bertugas sebagai Penata Kanselerai Muda di KBRI Lima. Posisi ini berfokus pada penataan keuangan dan ketatausahaan, berbeda dari PDLN kelompok 1 yang menjalankan fungsi diplomatik utama.

Sebelumnya, Zetro diberitakan banyak media nasional sebagai diplomat KBRI Lima.

Sebelum ditempatkan di Peru, Zetro pernah bertugas di KJRI Melbourne (2019–2022) sebagai Bendahara dan Penata Kerumahtanggaan.

Atas insiden tersebut, Wakil Ketua Komisi I DPR RI Sukamta meminta pemerintah meningkatkan pengamanan terhadap pegawai Kemenlu dan diplomat di kawasan rawan penggunaan senjata api, khususnya Amerika Latin.

“Keamanan WNI adalah prioritas utama. Kami tidak ingin insiden ini terulang, apalagi jika ada potensi keterlibatan geng kriminal internasional,” ujarnya.

Dalam beberapa bulan terakhir, Peru mengalami lonjakan kasus kriminalitas bersenjata, termasuk pemerasan dan penyerangan warga sipil. Situasi ini turut memengaruhi keamanan di ibu kota Lima, tempat KBRI berada.

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: Others/ew

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan