Serangan besar Israel di Gaza menargetkan Hamas saat gencatan senjata dilanggar
Kementerian kesehatan Palestina melaporkan sedikitnya 100 orang tewas dalam tindakan militer Israel yang menyerang target-target di seluruh Gaza, mengakhiri kebuntuan selama berminggu-minggu terkait perpanjangan gencatan senjata.
Pelayat dan paramedis memindahkan jenazah seorang warga Palestina yang tewas dalam serangan Israel, menurut keterangan petugas medis, di rumah sakit Al-Aqsa Martyrs di Deir Al-Balah, Jalur Gaza pada 17 Maret 2025. (REUTERS/Osama Sharee)Â
YERUSALEM: Militer Israel mengatakan pihaknya menyerang target-target di seluruh Gaza pada Selasa pagi (18/3), mengakhiri kebuntuan selama berminggu-minggu terkait perpanjangan gencatan senjata yang menghentikan pertempuran pada Januari, dengan pejabat kementerian kesehatan Palestina melaporkan sedikitnya 100 orang tewas.
Serangan dilaporkan terjadi di beberapa lokasi, termasuk Gaza utara, Kota Gaza dan Deir al-Balah, Khan Younis serta Rafah di Jalur Gaza tengah dan selatan. Pejabat kementerian kesehatan Palestina mengatakan banyak dari yang tewas adalah anak-anak.
Militer, yang mengatakan telah menyerang puluhan target, mengatakan serangan akan terus berlanjut selama diperlukan dan melampaui serangan udara.
Serangan itu jauh lebih luas skalanya daripada serangkaian serangan pesawat nirawak yang biasa dilakukan militer Israel terhadap individu atau kelompok kecil yang diduga militan dan menyusul upaya yang gagal selama berminggu-minggu untuk menyetujui perpanjangan gencatan senjata yang disepakati pada 19 Januari.
Hamas mengatakan Israel telah membatalkan perjanjian gencatan senjata, sehingga nasib 59 sandera yang masih ditahan di Gaza tidak pasti.
Kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menuduh Hamas "berulang kali menolak untuk membebaskan sandera kami" dan menolak usulan dari utusan Timur Tengah Presiden Amerika Serikat Donald Trump Steve Witkoff.
"Israel, mulai sekarang, akan bertindak melawan Hamas dengan kekuatan militer yang meningkat," katanya dalam sebuah pernyataan.
Di Washington, seorang juru bicara Gedung Putih mengatakan Israel telah berkonsultasi dengan pemerintah AS sebelum melakukan serangan, yang menurut militer menargetkan komandan Hamas tingkat menengah dan pejabat pimpinan serta infrastruktur milik kelompok militan tersebut.
Tim perunding dari Israel dan Hamas telah berada di Doha sementara mediator dari Mesir dan Qatar berupaya menjembatani kesenjangan antara kedua belah pihak setelah berakhirnya fase awal gencatan senjata, yang mengakibatkan 33 sandera Israel dan lima warga Thailand dipulangkan oleh kelompok militan di Gaza dengan imbalan sekitar 2.000 tahanan Palestina.
Dengan dukungan AS, Israel telah mendesak agar 59 sandera yang masih ditawan di Gaza dikembalikan dengan imbalan gencatan senjata jangka panjang yang akan menghentikan pertempuran hingga setelah bulan puasa Ramadan dan hari raya Paskah Yahudi pada bulan April.
Namun, Hamas bersikeras untuk beralih ke perundingan untuk mengakhiri perang secara permanen dan penarikan penuh pasukan Israel dari Gaza, sesuai dengan ketentuan perjanjian gencatan senjata awal.
"Kami menuntut agar mediator meminta Netanyahu dan pendudukan Zionis bertanggung jawab penuh atas pelanggaran dan pembatalan perjanjian tersebut," kata kelompok itu.
Masing-masing pihak menuduh pihak lain gagal mematuhi ketentuan perjanjian gencatan senjata Januari, dan terjadi beberapa kendala selama fase pertama. Namun hingga saat ini, pertempuran kembali terjadi secara penuh.
Israel telah memblokir pengiriman bantuan untuk memasuki Gaza dan telah mengancam beberapa kali untuk melanjutkan pertempuran jika Hamas tidak setuju untuk mengembalikan sandera yang masih ditahannya.
KERUSAKAN DI BANYAK LOKASI
Militer tidak memberikan rincian tentang serangan yang dilakukan pada dini hari Selasa, tetapi otoritas kesehatan Palestina dan saksi mata yang dihubungi oleh Reuters melaporkan kerusakan di banyak wilayah Gaza, tempat ratusan ribu orang tinggal di tempat penampungan sementara atau bangunan yang rusak.
Sebuah bangunan di Kota Gaza, di ujung utara jalur tersebut, terkena serangan dan sedikitnya tiga rumah terkena serangan di Deir Al-Balah di Gaza tengah. Selain itu, serangan tersebut mengenai sasaran di kota-kota selatan Khan Younis dan Rafah, menurut petugas medis dan saksi mata.
Sebagian besar wilayah Gaza kini hancur setelah 15 bulan pertempuran, yang meletus pada 7 Oktober 2023, ketika ribuan orang bersenjata pimpinan Hamas menyerang komunitas Israel di sekitar Jalur Gaza, menewaskan sekitar 1.200 orang, menurut penghitungan Israel, dan menculik 251 sandera ke Gaza.
Kampanye Israel sebagai tanggapan atas serangan Hamas telah menewaskan lebih dari 48.000 orang, menurut otoritas kesehatan Palestina. Serangan itu juga menghancurkan sebagian besar perumahan dan infrastruktur di daerah kantong itu, termasuk sistem rumah sakit.
Ikuti Kuis CNA Memahami Asia dengan bergabung di saluran WhatsApp CNA Indonesia. Menangkan iPhone 15 serta hadiah menarik lainnya.