Bagaimana karya seni pisang ditempel lakban bisa bernilai US$1,5 juta
"Comedian" karya seniman Italia Maurizio Cattelan, sebuah karya seni konseptual berupa pisang yang ditempel di dinding dengan lakban, akan dilelang lima tahun setelah terjual seharga $120.000. (Foto: milik Sotheby)
NEW YORK: Ketika pisang yang ditempel di dinding terjual seharga $120.000 pada tahun 2019, keributan di media sosial dan perdebatan terus-menerus tentang makna seni pun terjadi.
Namun kreasi viral karya seniman Maurizio Cattelan, berjudul "Comedian", mungkin belum menjadi investasi yang bagus: Pada hari Jumat (16/11), rumah lelang Sotheby's mengumumkan bahwa salah satu dari tiga "edisi" karya seni tersebut akan kembali dijual — kali ini dengan perkiraan $1 juta hingga $1,5 juta.
Media memberitakan, untuk uang tersebut, pemenang lelang akan menerima satu gulungan lakban dan satu buah pisang, serta sertifikat keaslian dan instruksi resmi untuk memasang karya tersebut.
Menurut CNN, Sotheby's mengonfirmasi bahwa baik lakban maupun pisangnya bukanlah yang asli.
"'Comedian' adalah karya seni konseptual, dan bahan fisik sebenarnya diganti pada setiap instalasi," kata juru bicara lelang melalui email.
Cattelan dan galeri seni Prancis Perrotin menjadi berita utama di seluruh dunia lima tahun lalu ketika mereka menampilkan "Comedian" dengan harga enam digit di pameran Art Basel Miami Beach.
Lukisan aslinya dibuat menggunakan pisang yang dibeli di toko kelontong di Miami, meskipun pihak galeri mengatakan pisang tersebut dapat diganti, sesuai instruksi sang seniman.
Dunia seni terpecah berdasarkan keunggulan karya tersebut, meskipun beberapa kritikus melihatnya berakar pada tradisi karya konseptual yang kaya - sesuatu yang berasal dari urinoir terpasang Marcel Duchamp yang terkenal, di mana karya-karya tersebut mempertanyakan nilai seni itu sendiri.
Namun demikian, kerumunan segera terbentuk, dengan peserta pameran mengantri untuk melihat instalasi viral tersebut.
Peristiwa terjadi secara tidak terduga ketika artis pertunjukan David Datuna mengambil pisang dari dinding, sebelum mengupas dan memakannya di depan ratusan peserta pameran yang tercengang.
Dia kemudian membela tindakan tersebut sebagai pertunjukan artistik, bukan tindakan vandalisme.
Instalasi Miami akhirnya dihapus karena masalah keamanan publik, tetapi ketiga edisi tersebut dijual di pameran tersebut.
Dua diantaranya dibeli oleh kolektor pribadi seharga $120.000, sedangkan yang ketiga dibeli dengan harga lebih tinggi (namun tidak diungkapkan), dan kemudian disumbangkan ke museum The Guggenheim di New York.
CNN melaporkan bahwa Sotheby's tidak akan mengungkapkan identitas penjual dalam lelang November nanti.
Hanya disebutkan bahwa pemilik karya tersebut saat ini memperolehnya dari koleksi salah satu pembeli aslinya.
📢 Ayo ikut partisipasi dalam putaran ketiga kuis CNA Memahami Asia dan memenangkan hadiah menarik. Pantau saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk mendapatkan tautannya. 👀
🔗 Info selengkapnya di sini: https://cna.asia/4dHRT3V