Salam Nazi atau salah paham? Gestur Elon Musk kontroversial di pelantikan Trump
Musk meletakkan tangan di dada, lalu mengayunkan lengan lurus ke depan dengan telapak menghadap ke bawah, menyerupai salam militer Nazi.
CEO Tesla, Elon Musk, memberikan isyarat di podium dalam arena Capital One pada pelantikan masa jabatan kedua Donald Trump sebagai Presiden AS, di Washington, 20 Januari 2025. (Foto: REUTERS/Mike Sega)
Pemilik X dan CEO Tesla, Elon Musk, menuai kontroversi beberapa jam setelah Donald Trump dilantik sebagai Presiden ke-47 Amerika Serikat.
Gestur tangan yang ia lakukan selama pidato di acara pelantikan tersebut memicu perdebatan. Banyak yang merasa gestur tangan Musk mirip dengan salam fasis yang populer pada masa pemerintahan Nazi di Jerman.
“Beberapa pemilu itu penting, beberapa tidak, tetapi yang satu ini benar-benar berarti. Dan saya hanya ingin mengucapkan terima kasih karena telah mewujudkannya. Terima kasih,” ujar Musk saat berbicara di podium pasca-pelantikan Trump di Capitol One Arena, Washington, D.C., pada Senin (20/1).
Setelah itu, Musk meletakkan tangan di dadanya sebelum mengayunkan lengannya ke depan dengan lurus dan kaku dengan telapak tangan menghadap ke bawah, gerakan yang menyerupai salam militer Nazi atau Romawi.
Ia kemudian berbalik menghadap kerumunan di belakangnya dan mengulangi gerakan yang sama sebelum berkata, “Hatiku untuk kalian semua,” menurut laporan Variety.
Tidak butuh waktu lama, berbagai media internasional seperti CNN, Politico, PBS NewsHour, melaporkan gestur tersebut dan mempertanyakan apakah itu disengaja menyerupai salam fasis.
Hingga berita ini ditulis, Musk maupun kuasa hukumnya belum memberikan pernyataan apa pun terkait gestur tersebut.
KRITIK TAJAM
Namun, diskusi mengenai kejadian ini dengan cepat berkembang viral di X dan platform media sosial lainnya.
Banyak netizen yang marah, sementara yang lain menilai bahwa Musk menjadi sasaran kritik tanpa alasan dan tidak berniat mengaitkan diri dengan fasisme.
Organisasi yang berdedikasi memerangi anti-Semitisme, Anti-Defamation League (ADL), memberikan pandangan hati-hati melalui X.
ADL menyatakan bahwa gerakan Musk tampak seperti “gestur yang canggung, bukan salam Nazi.”
“Tampaknya [Elon Musk] membuat gestur yang canggung dalam momen antusiasme, bukan salam Nazi, tetapi sekali lagi, kami menghargai bahwa orang-orang merasa sensitif,” tulis ADL di X.
“Pada momen ini, semua pihak sebaiknya memberikan sedikit toleransi dan keraguan, serta mencoba berpikir tenang. Ini merupakan awal yang baru. Mari berharap untuk pemulihan dan bekerja menuju persatuan di masa mendatang.”
Baca:
PRO-KONTRA DI X
Hingga saat ini, Musk belum memberikan komentar langsung terkait kontroversi tersebut.
Namun, ia membalas unggahan ADL di X tiga jam kemudian dengan menulis “Terima kasih, teman-teman,” diikuti dengan emoji wajah tersenyum.
Anggota Kongres AS dari Partai Demokrat yang liberal, Alexandria Ocasio-Cortez, mengkritik sikap ADL.
Ia menegaskan bahwa tidak ada keraguan tentang maksud Musk.
“Hanya untuk memperjelas, Anda sedang membela salam Heil Hitler yang dilakukan dan diulang untuk penegasan serta kejelasan,” tulis Ocasio-Cortez, yang memiliki 12,8 juta pengikut di X.
“Sepertinya Anda bekerja untuk mereka. Terima kasih sudah membuatnya jelas,” ujar politisi yang akrab disebut AOC itu terhadap sikap ADL.
Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.