Skip to main content
Iklan

Dunia

Sadiq Khan cetak sejarah, hattrick terpilih jadi Wali Kota Muslim London

Sadiq Khan yang keluarganya merupakan imigran dari Pakistan adalah Wali Kota Muslim pertama London. 

Sadiq Khan cetak sejarah, hattrick terpilih jadi Wali Kota Muslim London
Wali Kota London Sadiq Khan (Reuters/Anna Gordon)
08 May 2024 01:20PM (Diperbarui: 08 May 2024 05:08PM)

LONDON: Nama Sadiq Khan semakin diperhitungkan di kancah politik Inggris setelah berhasil kembali terpilih sebagai Wali Kota London untuk periode ketiga.

Politisi Partai Buruh itu menang mudah atas lawannya Susan Hall dari Partai Konservatif, 43,8 persen berbanding 32,7 persen.

Margin kemenanganannya meningkat hampir 4 persen.

Kemenangan bersejarah ini menjadikan Khan sebagai wali kota pertama yang berhasil menang tiga periode sebagai orang nomor satu di ibukota Inggris.

Khan sebelumnya terpilih pertama kali pada tahun 2016 dan kembali terpilih pada tahun 2021.

Dia berhasil menyapu 9 dari 14 konstituensi di London termasuk dua yang sebelumnya mendukung Partai Konservatif pada pemilihan wali kota sebelumnya.

"Ini adalah kehormatan seumur hidup bagi saya untuk melayani kota yang saya cintai,” ucap Khan dalam pidato kemenangannya.

"Saya benar-benar terharu," tambahnya

Khan menuturkan bagaimana dia menghadapi banyak kampanye hitam namun berhasil menjawabnya dengan fakta-fakta.

London, lanjut Khan, merupakan kota yang menganggap keberagaman sebagai kekuatan dan menolak populisme sayap kanan.

Patrick Diamond, profesor kebijakan publik di Queen Mary University of London, menjelaskan kemenangan Khan tak hanya menegaskan statusnya sebagai politisi Muslim Inggris terkemuka di tengah hantaman kampanye berbau Islamofobia terhadapnya, namun juga mempertegas status kota London yang beragam dan kosmopolitan.

Khan adalah wali kota Muslim pertama London.

Hall sempat menarasikan pada masa kampanye bahwa warga Yahudi di London takut terhadap Khan yang dinilai bersikap memecah belah.

Sosok Khan selama 8 tahun menjabat tidak lepas dari pro dan kontra.

Pendukungnya memuji keberhasilannya memperluas pembangunan perumahan, makan siang sekolah gratis untuk anak-anak, menurunkan tingkat polusi, dan mengendalikan biaya transportasi

Namun pengkritiknya mempertanyakan kinerjanya di tengah melonjaknya angka kriminal dan mencerca bagaimana dia membiarkan unjuk rasa pro-Palestina menjadi kegiatan rutin setiap akhir pekan.

Source: AGENCIES/ew

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan