Rusia ganjar Google dengan sanksi US$2,5 desiliun - uang dengan 32 angka nol
Kantor Google di Silicon Valley, Amerika Serikat. (iStock)
MOSKOW: Sanksi terhadap Google di Rusia dilaporkan telah mencapai 2 undesilion rubel atau US$2,5 desilion, jumlah yang terus bertambah setiap kali sanksi tidak dibayarkan. Melihat angkanya, Google sepertinya tidak akan mampu membayarnya.
Angka ini didapatkan oleh sumber media Rusia, RBC, yang diberitakan pada Selasa lalu (29/10).
Sebagai informasi, undesilion adalah angka dengan 36 nol setelah digit terdepan, sementara desilion memiliki 33 nol. Artinya, jika dikonversi ke dalam dolar Amerika dan ditulis secara lengkap, sanksi yang harus dibayarkan Google di Rusia adalah 2.500.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000!
Angkanya akan lebih panjang lagi jika dikonversi ke dalam rupiah, yaitu Rp37.500 desiliun - dengan 36 nol setelah angka 37,5. Jumlah ini bahkan lebih besar dari PDB seluruh dunia yang diperkirakan mencapai US$100 triliun berdasarkan data Bank Dunia.
RBC yang mengutip sumber yang mengetahui keputusan pengadilan terkait sanksi Google di Rusia mengatakan, jumlah yang harus dibayarkan itu membengkak setiap kali tidak dibayarkan.
Sanksi awal adalah sebesar 100.000 rubel atau sekitar Rp16 juta pada 2020. Sanksi akan bertambah dua kali lipat setiap pekannya jika tidak dibayarkan oleh Google.
Sanksi dijatuhkan setelah dua media pro-pemerintah yaitu Tsargrad dan RIA FAN memenangkan gugatan terhadap Google yang dianggap telah memblokir akun YouTube mereka.
Selain kedua media itu, ada 17 channel TV Rusia yang juga mengajukan gugatan terhadap Google karena diblokir di YouTube.
Sanksi sebesar itu tidak akan mungkin dibayarkan oleh Google. Menurut laporan The Independent, pemasukan Google tahun lalu adalah US$306 miliar, tidak akan cukup untuk membayar sanksi di Rusia.
Tahun lalu, pemerintah Rusia melarang Google mengoperasikan AdSense di negara itu. Pengguna internet di Rusia juga dilarang membuat akun baru di Google. Namun layanan gratis Google seperti YouTube dan Search masih beroperasi di Rusia.
Karena minimnya pemasukan, pada tahun lalu Google kantor Rusia mengajukan pailit.
📢 Ikuti kuis CNA Memahami Asia eksklusif di saluran WhatsApp CNA Indonesia. Ayo uji wawasanmu dan raih hadiah menariknya!
Jangan lupa, terus pantau saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk mendapatkan tautan kuisnya 👀
🔗 Cek info selengkapnya di sini: https://cna.asia/4dHRT3V