Skip to main content
Iklan

Dunia

Rusia bela Indonesia tolak atlet Israel, kritik standar ganda IOC

Hukuman ini mengubur rencana Indonesia untuk mencalonkan diri sebagai tuan rumah Olimpiade Musim Panas 2036.

Rusia bela Indonesia tolak atlet Israel, kritik standar ganda IOC
Lambang cincin Olimpiade terlihat di luar kantor Komite Olimpiade Internasional (IOC) menjelang rapat pertama Dewan Eksekutif yang dipimpin Presiden terpilih baru, Kirsty Coventry, di Olympic House, Lausanne, Swiss, 25 Juni 2025. (Reuters/Denis Balibouse)

MOSKWA: Pemerintah Rusia menyatakan dukungan kepada Indonesia setelah mendapat hukuman dari Komite Olimpiade Internasional (IOC) terkait keputusan menolak atlet-atlet Israel tampil di Kejuaraan Dunia Senam Artistik di Jakarta pada 19–25 Oktober 2026 sebagai bentuk protes terhadap operasi militer Israel di Gaza.

Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, menilai sikap IOC terhadap Indonesia menunjukkan standar ganda dalam penerapan prinsip non-diskriminasi di dunia olahraga internasional.

“Tentu saja, ini semua adalah standar ganda. IOC tidak mengeluarkan pernyataan serupa terhadap negara-negara yang sebelumnya menolak memberikan visa kepada atlet Rusia,” kata Peskov dikutip dari Sport.ru.

Pernyataan tersebut muncul karena Rusia sebelumnya juga mengalami diskriminasi dalam olahraga internasional.

Sejak invasi Rusia ke Ukraina, atlet dan tim nasional Rusia dikucilkan dari berbagai ajang internasional, termasuk Olimpiade, turnamen sepak bola, dan kejuaraan dunia di berbagai cabang olahraga.

INDONESIA TERANCAM GAGAL JADI CALON TUAN RUMAH OLIMPIADE 2036

Sebelumnya, IOC menjatuhkan sanksi kepada Indonesia dengan menghentikan seluruh dialog dengan Komite Olimpiade Nasional Indonesia (KOI) terkait penyelenggaraan Olimpiade, Youth Olympic Games, dan konferensi olahraga internasional lainnya.

Hukuman ini sekaligus mengubur rencana Indonesia untuk mencalonkan diri sebagai tuan rumah Olimpiade Musim Panas 2036.

Dalam pernyataannya, IOC menyebut kebijakan tersebut bertentangan dengan prinsip non-diskriminasi dalam dunia olahraga.

IOC juga menegaskan bahwa larangan ini akan tetap berlaku hingga Indonesia memberikan jaminan bahwa semua peserta — tanpa memandang kebangsaan — dapat berpartisipasi penuh dalam ajang olahraga internasional di wilayahnya.

Selain itu, IOC merekomendasikan kepada seluruh federasi olahraga internasional untuk tidak menggelar kompetisi di Indonesia sampai jaminan tersebut dipenuhi.

Keputusan pemerintah Indonesia menolak atlet Israel menuai protes keras dari Federasi Senam Israel (Israel Gymnastics Federation/IGF) yang menyebut kebijakan tersebut sebagai “preseden berbahaya.”

IGF bahkan sempat mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (Court of Arbitration for Sport/CAS) agar partisipasi Israel dijamin atau kejuaraan dipindahkan, namun ditolak.

Salah satu atlet yang terdampak adalah Artem Dolgopyat, peraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020 sekaligus juara dunia nomor lantai.

Menanggapi sanksi IOC, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir mengatakan pemerintah menerima keputusan tersebut dan menegaskan bahwa Indonesia akan tetap berpartisipasi aktif di panggung olahraga internasional.

Source: Others/ew

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan