Skip to main content
Iklan

Dunia

Trump dikabarkan kirim proposal damai 15 poin, Iran bantah ada perundingan

New York Times melaporkan AS menawarkan penghapusan sanksi dan bantuan nuklir sipil jika Iran menghentikan pengayaan uranium. Teheran belum memastikan menerima proposal itu.

Trump dikabarkan kirim proposal damai 15 poin, Iran bantah ada perundingan

Warga melihat dampak serangan rudal Iran di wilayah Israel tengah, di tengah konflik AS-Israel dengan Iran, 24 Maret 2026. (REUTERS/Ronen Zvulun)

JAKARTA: Amerika Serikat (AS) dikabarkan mengajukan proposal 15 poin kepada Iran sebagai upaya mengakhiri perang yang terus memanas di kawasan Timur Tengah. Namun, di balik tawaran diplomasi tersebut, terselip tekanan besar yang menyasar program nuklir dan jalur energi strategis Iran.

Laporan mengenai proposal ini pertama kali mencuat pada Selasa (24/3). The New York Times, mengutip dua pejabat yang mengetahui proses diplomasi, menyebut rencana tersebut disampaikan melalui Pakistan yang berperan sebagai mediator.

Proposal ini mencerminkan upaya pemerintahan Presiden Donald Trump untuk mencari jalan keluar dari konflik yang telah memasuki minggu keempat, di tengah dampak ekonomi global yang terus membesar.

Salah satu poin utama dalam rencana tersebut adalah penghentian pengayaan uranium di wilayah Iran. Selain itu, Teheran juga diminta menyerahkan seluruh material uranium yang telah diperkaya karena dinilai berpotensi dikembangkan menjadi senjata nuklir.

Rencana itu juga mencakup pembukaan kembali akses di Selat Hormuz, jalur vital yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia. Sejak konflik berlangsung, Iran dilaporkan membatasi akses kapal-kapal Barat di kawasan tersebut, yang berdampak pada lonjakan harga energi global.

Sebagai imbalannya, Iran disebut akan mendapatkan penghapusan seluruh sanksi ekonomi yang selama ini membebani negara tersebut. Selain itu, AS juga menawarkan bantuan pengembangan energi nuklir sipil, termasuk di fasilitas Bushehr.

Meski demikian, proposal tersebut tidak mencantumkan upaya perubahan rezim di Iran.

DIPLOMASI JALAN, SERANGAN TETAP BERLANJUT

Di tengah upaya diplomasi, operasi militer masih terus berlangsung. Amerika Serikat dan Israel tetap melanjutkan serangan terhadap fasilitas rudal balistik dan program nuklir Iran sejak akhir Februari.

Juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, menyatakan bahwa jalur diplomasi memang sedang dijajaki. Namun, ia menegaskan operasi militer tetap berjalan untuk mencapai target strategis.

Di sisi lain, muncul wacana gencatan senjata selama satu bulan antara AS dan Iran. Media Israel, Channel 12, melaporkan bahwa periode tersebut akan dimanfaatkan untuk negosiasi lanjutan berbasis proposal yang telah diajukan.

Belum ada kepastian apakah Iran akan menerima rencana tersebut. Hingga kini, Teheran secara terbuka menyatakan bahwa tidak ada negosiasi langsung dengan Washington.

Meski begitu, menurut sejumlah pejabat Iran dan seorang diplomat, komunikasi tidak langsung tetap berlangsung melalui perantara untuk membahas de-eskalasi konflik.

Presiden Donald Trump sendiri menyatakan optimismenya terhadap peluang tercapainya kesepakatan. Ia bahkan menyebut Iran berada dalam posisi yang semakin tertekan secara militer sehingga tidak memiliki banyak pilihan selain bernegosiasi.

Namun, Iran menegaskan bahwa mereka masih memiliki kemampuan untuk melancarkan serangan di kawasan tersebut, menandakan konflik belum akan mereda dalam waktu dekat.

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: Others/ew(jt)

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan