Prabowo jajaki pengiriman warga Indonesia ke program kosmonot Rusia
Pemerintah menilai pelatihan tersebut terkait penguatan kapasitas teknologi tinggi,
Presiden Prabowo Subianto bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin di Kremlin, Moskow, Senin (13/4/2026). (Facebook/Prabowo Subianto)
JAKARTA: Pemerintah membuka peluang mengirim peserta Indonesia ke program pelatihan kosmonot Rusia, seiring upaya memperluas kerja sama ilmu pengetahuan, teknologi, dan antariksa dengan Moskow.
Rencana itu disampaikan Menteri Luar Negeri Sugiono dalam konferensi pers di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (22/4). Menurut dia, peluang tersebut muncul dalam pembahasan antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Rusia Vladimir Putin yang bertemu pada 13 April lalu.
Sugiono mengatakan Presiden Prabowo menyampaikan kemungkinan agar Indonesia dapat mengirim orang-orang terpilih untuk mengikuti program pelatihan kosmonot Rusia.
"Hal-hal lain yang dibahas juga mengenai kerja sama di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, kemudian antariksa. Bapak Presiden juga menyampaikan kemungkinan untuk Indonesia mengirimkan orang-orang terpilih dan terbaik untuk bisa mengikuti program kosmonotnya Rusia," kata Sugiono dikutip Antara.
Ia menilai rencana tersebut berkaitan dengan penguatan kapasitas teknologi tinggi. Menurut dia, kemampuan mengirim awak maupun perangkat ke orbit menjadi salah satu tolok ukur kemajuan teknologi suatu negara.
"Karena ini merupakan satu parameter bahwa suatu negara memiliki keunggulan di bidang teknologi, kemudian bisa mengirimkan awak ataupun alat ke orbit," kata Menlu.
Ia menambahkan langkah itu masih berada pada tahap penjajakan. Pemerintah, kata dia, sedang melihat kemungkinan bagi peserta dari Indonesia untuk mengikuti pelatihan tersebut sebagai bagian dari kerja sama yang lebih luas dengan Rusia.
Selain isu antariksa, pembicaraan antara Prabowo dan Putin juga mencakup sejumlah sektor lain dalam hubungan bilateral Indonesia-Rusia. Sugiono menyebut kerja sama itu meliputi bidang strategis yang lebih luas dan menjadi bagian dari penguatan kemitraan kedua negara.
Beberapa topik yang dibahas antara lain transisi energi, energi alternatif seperti biodiesel dan bioetanol, serta kebutuhan pupuk yang berkaitan dengan konflik di Timur Tengah.
Sugiono juga menyinggung status Rusia sebagai mitra strategis Indonesia yang hubungan kemitraannya meningkat pada 2025.
"Pembahasan dan pembicaraan tersebut juga tentu saja mencakup berbagai bidang karena kita ketahui Rusia merupakan mitra strategis Indonesia yang status hubungan kemitraan strategisnya itu meningkat pada tahun 2025," kata dia.
Prabowo tercatat telah menyambangi Putin di Rusia sebanyak tiga kali dalam 10 bulan terakhir, termasuk kunjungan ke St Petersburg pada Juni 2025 dan Moskow pada Desember 2025.
Putin kemudian kembali mengundang langsung Prabowo untuk kembali ke Negeri Beruang Merah untuk menghadiri pameran industri pada Mei dan Juli 2026. Salah satu agenda tersebut dijadwalkan berlangsung di Kazan, Tatarstan.
Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.